Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Aditya, hidup adalah barisan angka dan prosedur tetap. Sebagai Ketua OSIS, dunianya hanya mengenal hitam dan putih semuanya harus presisi, disiplin, dan logis. Tidak ada tempat untuk kesalahan, apalagi untuk sesuatu yang tidak beraturan. Lalu datang Raya. Murid pindahan yang membawa "kekacauan" dalam bentuk palet warna. Raya adalah gadis yang melihat dunia sebagai kanvas besar dia bicara tentang gradasi langit saat Aditya bicara tentang hukum fisika. Dia melanggar aturan hanya untuk melihat Aditya mengerutkan dahi. Saat sebuah proyek sekolah memaksa sang "Robot OSIS" dan si "Gadis Pelukis" bekerja di bawah atap yang sama, logika Aditya mulai goyah. Di antara aroma kopi, goresan pensil, dan hujan sore hari, Aditya menyadari satu hal: Beberapa warna tidak butuh rumus untuk terlihat indah, dan beberapa rasa tidak butuh izin untuk tumbuh.
Premis
"Seorang Ketua OSIS yang perfeksionis dan hidup berdasarkan aturan (Aditya) terpaksa harus mengawasi murid pindahan yang artistik dan ceroboh (Raya). Namun, saat ia mencoba menertibkan dunia Raya yang penuh warna, ia justru menyadari bahwa logikanya yang kaku tidak cukup untuk menjelaskan debar jantung yang muncul setiap kali mereka bersama."
Pengenalan Tokoh
Aditya adalah definisi dari kesempurnaan yang kaku. Sebagai Ketua OSIS SMA Garuda, hidupnya diatur oleh jam tangan analog dan buku saku peraturan. Baginya, sekolah adalah tempat untuk prestasi dan kedisiplinan, bukan untuk hal-hal yang tidak terukur seperti perasaan atau seni yang "berantakan". Segalanya berubah saat Raya, seorang siswi pindahan dengan noda cat di seragamnya, masuk ke radar Aditya. Raya adalah antitesis dari semua yang Aditya percayai. Dia sering terlambat, lupa memakai dasi, dan lebih memilih menatap gradasi langit senja daripada mendengarkan pidato kedisiplinan di lapangan. Pertemuan mereka dimulai dengan surat peringatan, namun berubah menjadi kerja sama paksa saat sekolah mengadakan festival seni tahunan. Aditya harus memastikan anggaran dan jadwal berjalan presisi, sementara Raya menjadi koordinator artistik yang bekerja berdasarkan intuisi dan mood. Di sela-sela perdebatan tentang "efisiensi vs estetika" dinding pertahanan Aditya mulai retak. Raya tidak hanya membawa warna ke dalam buku catatan Aditya yang pucat, tapi juga mengajarkannya bahwa ada keindahan dalam ketidakteraturan. Namun, saat Aditya mulai belajar cara "melepaskan kendali", sebuah rahasia tentang alasan Raya berpindah sekolah muncul ke permukaan, menguji apakah logika Aditya cukup kuat untuk menghadapi kenyataan yang tidak bisa ia selesaikan dengan rumus. Ini bukan sekadar cerita tentang si pintar dan si pemberontak, tapi tentang bagaimana dua frekuensi yang berbeda belajar untuk menciptakan harmoni yang indah.