Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
102.INT. RUMAH SATRIA.GARASI/KAMAR RAYA.MALAM
Raya masuk rumah sambil menerima telpon dari Riyan yang mengabari bahwa Bik Rum sudah ditangkap.
Raya langsung menuju ke kamarnya. Tampak seorang ART mengabari Satria bahwa Raya sudah pulang
Tak berapa lama mobil Satria tiba, Satria langsung menuju kamar Raya, sesuatu yang tak pernah dia lakukan, Satria ingin mengetuk pintu kamar saat Raya tiba-tiba keluar dan mereka berdua terkejut
Satria mendekatkan tubuhnya ke Raya,Raya masuk ke kamar diikuti Satria sambil menutup pintu, Raya panik semakin mundur
Satria menciumi leher Raya, Raya mulai berontak
Satria berhenti memaksa, mereka bangun dari ranjang, Satria merapikan pakaian Raya, menghapus air matanya dan mengecup bibirnya.
Raya membaca situasi bahwa Satria sudah berubah, Raya takut bahwa apa yang nanti diucapkan Satria akan membuatnya kecewa
Raya menggeleng,bangkit dari duduknya dan membuka pintu kamar
Satria bangkit, tak ada emosi seperti biasanya, sebelum pergi, Satria mengecup kening Raya, Raya tak kuasa menolak, Raya merasa kehangatan yang selama ini didambakannya,tapi dirinya tak kuasa menerima semua itu. Raya takut kecewa lagi,Raya menyesali kenapa harus mencintai Satria?
CUT TO:
103.INT.RUMAH SATRIA.DAPUR KOTOR.PAGI
Satria ingin menemui Raya untuk mengajak ke kantor bersama, dirinya bertanya pada seorang ART
Satria menghembuskan nafas lalu bergegas pergi
CUT TO:
104.INT.SUNJAYA LAND RUANG ADMINISTRASI.PAGI
Ruang admiistrasi masih sepi, Satria tiba-tiba masuk dan mengaggetkan manager dan Luci
Raya yang baru datang dengan fotocopyan berkas heran melihat ada Satria di ruangannya
Raya menatap manager Dan Luci heran.
CUT TO:
105.INT. SUNJAYA LAND. RUANG KERJA CEO.PAGI
Raya masuk ke ruangan Satria, dia sedang menatap ke jendela
Satria kembali mendekati Raya, Raya pun tetap menjauh.
Raya beranjak pergi dari ruangan Satria, berusaha menghindarinya.
CUT TO:
106.INT.SUNJAYA LAND.RUANG RAPAT.SIANG
Raya mengikuti rapat bersama pemegang saham membahas proyek apartment yang diketuai oleh Marisa, Raya tak bisa konsentrasi, Satria terus menatapnya.
Raya bingung dengan keadaan ini, kenapa Satria dan Marisa jadi bertengkar
Para pemegang saham setuju dengan Satria, pada dasarnya mereka tak percaya dengan kemampun Satria
Setelah para pemegang saham dan pegawai lainnya pergi dari ruang Marisa melabrak Raya
Raya terkejut dengan ucapan Satria
Raya yang mendengar itu langsung keluar ruangan, Satria menyusul
CUT TO:
107.IN/EX SUNJAYA LAND.MOBIL SATRIA.SIANG
Raya berjalan cepat, diikuti Satria yang mendahului dan menggandeng tangannya. Raya berusah melepaskan tapi tak bisa
Satria memaksa Raya masuk ke mobilnya, memakaikan safetybelt dan mulai menyetir, tatapannya tajam, Raya hanya diam
Mereka tiba disebuah apartemen, Satria menggandeng Raya hingga masuk ke sebuah unit, saat Raya lengah Satria mulai mencium Raya, Raya berontak, Satria tetap mencumbunya, mengangkat tubuhnya ke kamar dan membaringkannya di kasur, saat Raya berhasil lepas, dia menampar pipi Satria
Raya berusaha pergi dari tindihan Satria, dia terus mengeliat sambil menangis
Satria terus mencium Raya, bangkit dan mulai melepas pakaiannya, Raya yang ada dibawahnya hanya menatap
Satria membelai halus pipi Raya,
Satria mencengkram wajah Raya, menatapnya tajam, Ada amarah dan cemburu yang besar saat dia mengingat bahwa Kevin pernah memperkosa Raya.
Satria melepaskan Raya, duduk ditepi ranjang, Raya buru-buru bangkit, merapikan rambut dan pakaiannya.
Raya memperhatikan punggung Satria yang telanjang, dia bangkit, memungut kemejanya dan memakai asal, keluar dari kamar, Raya yang masih duduk di ranjang memperhatkan kamar di apartemen ini, dia baru tahu Satria memiliki apartemen.
CUT TO:
108.INT.APARTEMEN SATRIA.MALAM
Raya mencoba masakan Satria, dia melihat sisi lembut Satria.
Raya hanya diam, melanjutkan makan sambil berpikir ternyata Satria bisa masak.
Selesai makan Raya mencuci piring, mengambil tas ingin beranjak pergi, Satria yang duduk di sofa memperhatikan.
Raya berlalu meninggalkan unit apartemen, Satria berusaha mengejar tapi Raya menoleh dan menatapnya tajam
CUT TO
109.INT. RUMAH SATRIA RUANG TAMU.PAGI
Satria menuruni tangga rumahnya saat melihat Raya sedang menerima tamu dan tamunya adalah Riyan
Raya Dan Satria yang mendengar hal tersebut terkejut,Raya mulai menangis, Satria ingin menyentuhnya, tapi Raya buru- buru mengajak Riyan ke Rumah Sakit.
Riyan menatap Satria
Raya menatap Satria tajam penuh kebencian
CUT TO:
110.INT.KAMAR JENAZAH.PAGI
Satria menyusul Raya dan Riyan, mereka tampak sibuk mempersiapkan pemakaman, sambil menangis Raya terus memandangi wajah ayahnya yang sudah lama tak ia jumpai, Satria mendekat
Baru Satria ingin menjelaskan Kompol Satria datang, menarik tangan Satria keluar ruangan, di luar sudah ada Albert.
Satria kembali ke kamar jenazah, menatap Raya yang kelelahan penuh air mata, tampak Riyan disebelahnya, Satria mencoba mendekat, tepat sesaat Raya gontai di pelukan Riyan, Satria langsung merebut tubuh istrinya, mengendongnya.
CUT TO:
111.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.SIANG
Satria memandangi Raya yang tertidur di kamarnya, wajahnya masih pucat, Raya membuka mata saat Satria membelai rambutnya, pelan-pelan Raya bangkit dan berdiri, Satria berusaha menahannya.
Raya beranjak pergi, Satria tak berdaya menahannya, dia sudah merasa kalah.
CUT TO:
112.EXT.PEMAKAMAN UMUM.SORE
Satria hanya memandang Raya yang dipeluk Luci disamping pusara ayahnya, sesekali Riyan menggenggam tangannya, Satria membuang muka.
Saat semua orang sudah kembali pulang, Raya masih disitu ditemani Luci dan Riyan, Satria menghampiri
Raya menggandeng Luci pergi meninggalkan Satria dan Riyan
CUT TO:
113.INT.RUMAH SATRIA.RUANG MAKAN.PAGI
Dua hari kemudian
Sudah dua hari Raya tak pulang, Satria sedang sarapan, saat salah satu pelayan mengabari bahwa semalam Raya pulang ke rumah, Satria bergegas ke kamar Raya, namun baru sampai taman Satria melihat Raya keluar dengan membawa koper.
Raya ingin berlalu, Satria menahannya, mencium bibirnya, Raya berusaha melepaskan diri, menampar wajah Satria
Raya berlalu pergi, meninggalkan Satria tanpa menoleh.....
END