Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Kenapa Cinta?
Suka
Favorit
Bagikan
8. AKHIRNYA

102.INT. RUMAH SATRIA.GARASI/KAMAR RAYA.MALAM

Raya masuk rumah sambil menerima telpon dari Riyan yang mengabari bahwa Bik Rum sudah ditangkap.

Raya langsung menuju ke kamarnya. Tampak seorang ART mengabari Satria bahwa Raya sudah pulang

Tak berapa lama mobil Satria tiba, Satria langsung menuju kamar Raya, sesuatu yang tak pernah dia lakukan, Satria ingin mengetuk pintu kamar saat Raya tiba-tiba keluar dan mereka berdua terkejut

RAYA
Kenapa?
SATRIA
(Menatap lembut)
Kenapa gak bales chat dan angkat telpon aku?
RAYA
Tadi Banyak kerjaan di kantor, Ada lagi?
SATRIA
Bik Rum
RAYA
Kenapa?
SATRIA
Bik Rum yang membunuh ibuku, kamu pasti udah tahu semua dari Riyan
RAYA
Kenapa kamu kepikiran kayak gitu?
SATRIA
Kalian ketemu di kantor ku!
RAYA
(Menatap curiga)
kamu juga tahu nomor handphone ku?
SATRIA
kamu istriku
RAYA
Kamu sudah menemukan siapa pembunuh ibumu, aku sudah bebas, aku tidak perlu jadi istrimu lagi

Satria mendekatkan tubuhnya ke Raya,Raya masuk ke kamar diikuti Satria sambil menutup pintu, Raya panik semakin mundur

RAYA (CONT'D)
Keluar Sat
SATRIA
(Mandekap tubuh Raya dan membaringkannya di kasur)
Kamu akan tetap jadi istriku
RAYA
(Panik) Cukup Sat, jangan

Satria menciumi leher Raya, Raya mulai berontak

SATRIA
Aku kangen kamu
RAYA
(Menangis) jangan Sat Sakit

Satria berhenti memaksa, mereka bangun dari ranjang, Satria merapikan pakaian Raya, menghapus air matanya dan mengecup bibirnya.

SATRIA
Aku minta maaf Sayang, aku gak bisa, aku gak bisa menceraikan mu.
RAYA
Hentikan ini semua Sat, ayah ku gak bersalah, jangan siksa aku, lepasin aku
(Menangis sedih)
SATRIA
(Menghapus air mata Raya) jangan nangis sayang, aku...

Raya membaca situasi bahwa Satria sudah berubah, Raya takut bahwa apa yang nanti diucapkan Satria akan membuatnya kecewa

RAYA
Aku mau sendiri Sat
SATRIA
Tidur di kamar atas yuk, kamu bebas pilih kamar mana saja yang kamu mau,aku gak akan mengganggu kamu

Raya menggeleng,bangkit dari duduknya dan membuka pintu kamar

RAYA
Aku mohon Sat, tinggalin aku sendiri

Satria bangkit, tak ada emosi seperti biasanya, sebelum pergi, Satria mengecup kening Raya, Raya tak kuasa menolak, Raya merasa kehangatan yang selama ini didambakannya,tapi dirinya tak kuasa menerima semua itu. Raya takut kecewa lagi,Raya menyesali kenapa harus mencintai Satria?

CUT TO:

103.INT.RUMAH SATRIA.DAPUR KOTOR.PAGI

Satria ingin menemui Raya untuk mengajak ke kantor bersama, dirinya bertanya pada seorang ART

SATRIA
Dimana Raya?
ART
Bu Raya sudah pergi dari tadi pagi Den

Satria menghembuskan nafas lalu bergegas pergi

CUT TO:

104.INT.SUNJAYA LAND RUANG ADMINISTRASI.PAGI

Ruang admiistrasi masih sepi, Satria tiba-tiba masuk dan mengaggetkan manager dan Luci

SATRIA
Mana Raya?
MANAGER
Sedang memfotocopy bahan rapat nanti siang pak
SATRIA
(Menatap kesal)
TOLONG JANGAN KASIH ISTRI SAYA PEKERJAAN SEPERTI ITU??!
MANAGER
Maa.. Maa maaf pak

Raya yang baru datang dengan fotocopyan berkas heran melihat ada Satria di ruangannya

SATRIA
(Berbalik ke Raya)
Kamu ke ruangan saya sekarang

Raya menatap manager Dan Luci heran.

CUT TO:

105.INT. SUNJAYA LAND. RUANG KERJA CEO.PAGI

Raya masuk ke ruangan Satria, dia sedang menatap ke jendela

RAYA
Ada apa?
SATRIA
Nanti mau makan siang dimana?
RAYA
(Masih heran dengan sikap hangat Satria)
Kamu kenapa si Sat?
SATRIA
Gak kenapa-kenapa
RAYA
Kenapa tiba-tiba berubah? Apalagi yang kamu rencanakan?
(rasa percayanya sudah hilang)
SATRIA
(Menatap lekat Raya)
Tadinya aku mau bilang disaat yang romantis, tapi aku tidak sabar, aku harus bilang kalau aku cinta sama kamu
RAYA
(Menggeleng tak percaya) kamu pikir aku percaya?
SATRIA
(Mengangguk sambil tersenyum) Terserah, tapi aku akan berusaha sampai kamu percaya.

Satria kembali mendekati Raya, Raya pun tetap menjauh.

RAYA
Aku harus menyiapkan bahan rapat

Raya beranjak pergi dari ruangan Satria, berusaha menghindarinya.

CUT TO:

106.INT.SUNJAYA LAND.RUANG RAPAT.SIANG

Raya mengikuti rapat bersama pemegang saham membahas proyek apartment yang diketuai oleh Marisa, Raya tak bisa konsentrasi, Satria terus menatapnya.

SATRIA
Aku ingin mengambil ahli langsung proyek ini, tolong bagian admistrasi ganti ketua proyek ini
MARISA
Kok gitu? Dari awal proyek ini kamu berikan untuk ku?
SATRIA
Kamu lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan pada istriku?

Raya bingung dengan keadaan ini, kenapa Satria dan Marisa jadi bertengkar

ARYA
Sebagai salah satu pemegang saham, aku gak setuju
SATRIA
Kenapa?, bukannya kemaren kamu meragukan Marisa?
Bagaimana bapak ibu pemegang saham lainnya apakah setuju dengan keputusan saya?

Para pemegang saham setuju dengan Satria, pada dasarnya mereka tak percaya dengan kemampun Satria

Setelah para pemegang saham dan pegawai lainnya pergi dari ruang Marisa melabrak Raya

MARISA
Jadi gara-gara kamu Satria berubah?
RAYA
Aku gak ngerti
SATRIA
Jangan ganggu Raya
MARISA
Kamu anggap aku apa?
SATRIA
Kamu, Kevin dan Arya sudah menyakiti Raya, Dan aku mau kalian dipenjara

Raya terkejut dengan ucapan Satria

ARYA
Bukannya kamu yang mau Raya menderita
SATRIA
Hanya aku yang boleh menyentuh Raya

Raya yang mendengar itu langsung keluar ruangan, Satria menyusul

CUT TO:

107.IN/EX SUNJAYA LAND.MOBIL SATRIA.SIANG

Raya berjalan cepat, diikuti Satria yang mendahului dan menggandeng tangannya. Raya berusah melepaskan tapi tak bisa

RAYA
Lepasin Sat
SATRIA
Ikut aku
RAYA
Mau kemana?

Satria memaksa Raya masuk ke mobilnya, memakaikan safetybelt dan mulai menyetir, tatapannya tajam, Raya hanya diam

Mereka tiba disebuah apartemen, Satria menggandeng Raya hingga masuk ke sebuah unit, saat Raya lengah Satria mulai mencium Raya, Raya berontak, Satria tetap mencumbunya, mengangkat tubuhnya ke kamar dan membaringkannya di kasur, saat Raya berhasil lepas, dia menampar pipi Satria

RAYA (CONT'D)
Bajingan!!
SATRIA
Tampar semau kamu, tapi jangan pernah pergi dari aku

Raya berusaha pergi dari tindihan Satria, dia terus mengeliat sambil menangis

RAYA
Lepasin aku Sat
SATRIA
Ga akan,aku cinta sama kamu

Satria terus mencium Raya, bangkit dan mulai melepas pakaiannya, Raya yang ada dibawahnya hanya menatap

Satria membelai halus pipi Raya,

SATRIA (CONT'D)
Kali ini kita lakukan pelan-pelan ya
RAYA
(Emosi) kamu sama aja sama Kevin

Satria mencengkram wajah Raya, menatapnya tajam, Ada amarah dan cemburu yang besar saat dia mengingat bahwa Kevin pernah memperkosa Raya.

Satria melepaskan Raya, duduk ditepi ranjang, Raya buru-buru bangkit, merapikan rambut dan pakaiannya.

SATRIA
Tunggu aku masakin kamu nasi goreng

Raya memperhatikan punggung Satria yang telanjang, dia bangkit, memungut kemejanya dan memakai asal, keluar dari kamar, Raya yang masih duduk di ranjang memperhatkan kamar di apartemen ini, dia baru tahu Satria memiliki apartemen.

CUT TO:

108.INT.APARTEMEN SATRIA.MALAM

Raya mencoba masakan Satria, dia melihat sisi lembut Satria.

SATRIA
Gimana? enak nasi gorengnya?
RAYA
(Mengangguk pelan)
SATRIA
Kamu suka?

Raya hanya diam, melanjutkan makan sambil berpikir ternyata Satria bisa masak.

Selesai makan Raya mencuci piring, mengambil tas ingin beranjak pergi, Satria yang duduk di sofa memperhatikan.

SATRIA (CONT'D)
Mau kemana?
RAYA
Pulang
SATRIA
Pulang ? Ini apartemen kamu
RAYA
(Memandang Satria) jangan ngaco' kamu
SATRIA
Apartemen ini milikmu, begitupun juga (MORE)
dengan proyek apartemen yang akan Sunjaya Land bangun, itu juga punya kamu.
Setelah Arya, Marisa dan Kevin dipenjara, semua aset Sunjaya Land milik ku
RAYA
kamu sudah mendapatkan semua yang kamu mau, Lepasin aku!

Raya berlalu meninggalkan unit apartemen, Satria berusaha mengejar tapi Raya menoleh dan menatapnya tajam

CUT TO

109.INT. RUMAH SATRIA RUANG TAMU.PAGI

Satria menuruni tangga rumahnya saat melihat Raya sedang menerima tamu dan tamunya adalah Riyan

RIYAN
Polisi baru saja menemukan jenazah seorang pria di salah satu vila keluarga Sanjaya di Malang, Dan hasil otopsi menyimpulkan bahwa DNA lo dan jenazah itu sama, dia adalah bokap lo

Raya Dan Satria yang mendengar hal tersebut terkejut,Raya mulai menangis, Satria ingin menyentuhnya, tapi Raya buru- buru mengajak Riyan ke Rumah Sakit.

RAYA
Ayoo gue ingin melihatnya
RIYAN
Iya, kita tunggu proses pemeriksaan hingga jenazah sudah bisa dibawa pulang

Riyan menatap Satria

RIYAN (CONT'D)
Sebaiknya anda ke kantor polisi, kematian Sailendra berhubungan dengan aset yang keluarga anda miliki dan kemungkinan, salah satu dari keluarga anda yang melakukan hal ini seperti kasus yang berkaitan sebelummnya.

Raya menatap Satria tajam penuh kebencian

SATRIA
Saya tunggu panggilan dari polisi

CUT TO:

110.INT.KAMAR JENAZAH.PAGI

Satria menyusul Raya dan Riyan, mereka tampak sibuk mempersiapkan pemakaman, sambil menangis Raya terus memandangi wajah ayahnya yang sudah lama tak ia jumpai, Satria mendekat

SATRIA
Aku akan urus masalah pemakamannya
RAYA
Gak usah.Kamu urus aja keluarga kamu yang sudah membunuh ayahku

Baru Satria ingin menjelaskan Kompol Satria datang, menarik tangan Satria keluar ruangan, di luar sudah ada Albert.

KOMPOL SURYA
Kami sudah menangkap Riyan dan Pertiwi, Dari keterangan pembunuh Sailendra yang kami tangkap, Pertiwi dan Riyan yang membayar mereka
SATRIA
Kapan pembuhan ini terjadi?
KOMPOL SURYA
Kemarin Lusa, selama ini Sailendra disekap di Malang, vila keluarga sanjaya yang sudah lama tidak dipakai
Pertiwi Dan Riyan takut dengan ditangkapnya tersangka Rum akan membongkar siapa dalang sebenarnya, mereka melenyapkan Sailendra seakan menghilangkan orang yang sudah memerintahkan Rum membunuh ibumu
SATRIA
Kenapa mereka melakukan ini?
KOMPOL SURYA
Karena harta, mereka takut harta kekayaan Sanjaya jatuh ke tangan ibumu dan kamu, mungkin bisa jadi kamu target mereka berikutnnya

Satria kembali ke kamar jenazah, menatap Raya yang kelelahan penuh air mata, tampak Riyan disebelahnya, Satria mencoba mendekat, tepat sesaat Raya gontai di pelukan Riyan, Satria langsung merebut tubuh istrinya, mengendongnya.

SATRIA
(Menatap Riyan)
Jangan pernah menyentuh sesuatu yang bukan milikmu!

CUT TO:

111.INT.RUMAH SATRIA.KAMAR SATRIA.SIANG

Satria memandangi Raya yang tertidur di kamarnya, wajahnya masih pucat, Raya membuka mata saat Satria membelai rambutnya, pelan-pelan Raya bangkit dan berdiri, Satria berusaha menahannya.

SATRIA
Kamu masih lemah, istirahat dulu
RAYA
Aku mau ke pemakaman ayah ku
SATRIA
Aku antar ya?
RAYA
Gak usah

Raya beranjak pergi, Satria tak berdaya menahannya, dia sudah merasa kalah.

CUT TO:

112.EXT.PEMAKAMAN UMUM.SORE

Satria hanya memandang Raya yang dipeluk Luci disamping pusara ayahnya, sesekali Riyan menggenggam tangannya, Satria membuang muka.

Saat semua orang sudah kembali pulang, Raya masih disitu ditemani Luci dan Riyan, Satria menghampiri

SATRIA
Ayo kita pulang
RAYA
Duluan aja aku masih mau disini
SATRIA
Aku tungguin kamu
RIYAN
Sebaiknya tinggalin Raya sendiri dulu
SATRIA
Kamu gak usah ikut campur
RAYA
Aku tidur di kostsan Lucy malam ini

Raya menggandeng Luci pergi meninggalkan Satria dan Riyan

CUT TO:

113.INT.RUMAH SATRIA.RUANG MAKAN.PAGI

Dua hari kemudian

Sudah dua hari Raya tak pulang, Satria sedang sarapan, saat salah satu pelayan mengabari bahwa semalam Raya pulang ke rumah, Satria bergegas ke kamar Raya, namun baru sampai taman Satria melihat Raya keluar dengan membawa koper.

SATRIA
Mau kemana kamu?
RAYA
Aku sudah mendaftarkan perceraian kita,aku mau keluar dari rumah ini
SATRIA
Kamu masih istriku
RAYA
Cukup Sat, lepasin aku
SATRIA
Gak akan
RAYA
Apa sih mau kamu, ayahku bukan pembunuh ibumu, Dan keluargamu sudah membunuh ayahku, sekarang apa lagi yang kamu mau lakukan sama aku
SATRIA
Aku mencintaimu, salah? Aku gaak akan melepaskanmu,
RAYA
Hentikan, jangan pernah permainkan orang-orang yang gak punya power, Lemah Dan miskin.
Aku kembalikan uang bayaran kawin kontrak dan semua barang yang sudah kamu kasih, semuanya sudah ada di kamar.

Raya ingin berlalu, Satria menahannya, mencium bibirnya, Raya berusaha melepaskan diri, menampar wajah Satria

RAYA (CONT'D)
Aku benci sama kamu
SATRIA
Apa yang membuat kamu memafkan aku?
RAYA
Kita gak usah ketemu lagi,jangan ganggu aku
SATRIA
Gak bisa Ray, aku cinta...
RAYA
Cukup, aku gak mau dengar lagi, kamu salahin aja kenapa cinta datang sekarang?

Raya berlalu pergi, meninggalkan Satria tanpa menoleh.....

END


Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)