Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
FADE IN
INT. RUMAH SAKIT/RUANG OPERASI — SIANG
TOMI (30) menunggu cemas di depan ruang operasi. Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi memecah ruangan. Wajah Tomi seketika berubah lega.
TOMI
Dokter keluar, wajahnya berat. Tomi menghampirinya tergesa dengan roman mukanya yang senang. Belum juga Tomi mulai bertanya, sang dokter sudah berkata.
DOKTER
Tomi terdiam. Shock.
DOKTER CONT'D
Tomi terduduk. Tangis bayi terdengar lebih kencang dari dalam.
CUT TO
INT. RUMAH SAKIT/DEPAN RUANG OPERASI — SIANG
Tomi menggendong bayi. Air mata jatuh ke wajah bayinya.
CUT TO
INT. RUMAH TOMI — SORE
HILDA (25) sedang hamil tua. Dia menggendong bayi, anaknya Tomi yang baru saja lahir. Di sampingnya ada DIRGA (35), suami Hilda. Sementara Tomi berdiri di sisi lain. Dia masih terlihat sedih dan bingung. Hilda mencoba menenangkan Tomi.
HILDA
Dirga langsung memotong.
DIRGA
HILDA
Tomi menghela nafas lega.
TOMI
Hilda tersenyum tulus. Lalu Tomi beralih ke Dirga.
TOMI
Dirga tersenyum sekilas. Menyimpan sebuah rencana jahat. Bayi menangis keras saat Tomi pamit pergi.
CUT TO
EXT. JALAN SEPI – SORE
Satu Bulan kemudian. ESTABLISHED DESA. Sepi.
Tiba-tiba dari kejauhan muncul mobil Tomi yang melaju perlahan. Kemudian di belakangnya, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hendak mendahului. Tomi kaget dan banting setir ke kiri.
TOMI
Tomi mendengus geram. Ingin rasanya memaki si pengendara mobil yang ugal-ugalan itu, tapi nampak ditahan. Rahangnya mengeras. Ketika suasana mulai tenang, mobil itu semakin mepet dan... "Brakk!" Terdengar suara keras.
TOMI
Mobil Tomi terguling sampai akhirnya membentur sebuah pohon besar di pinggir jalan. Kepulan asap dan sedikit percikan api muncul dari mobil itu.
Beberapa saat kemudian, dua orang laki-laki dengan tutup kepala turun dari mobil yang menabrak tadi.
Mereka mengecek kondisi Tomi yang sudah tidak berkutik dengan darah mengucur di kepalanya.
JAKI
Lalu menyeringai. Mereka lantas membuka penutup kepala. Mereka adalah JAKI dan YUDA. Usia sekitar 30 tahunan.
Dari kejauhan, tanpa mereka sadari KAKEK TAPA (60) mengamati.
CUT TO
INT. RUMAH TOMI — SIANG
Bayi menangis keras. Susu tumpah ke badannya. Hilda refleks meraih tubuh sang bayi.
HILDA
Hilda membuka baju bayi.
HILDA
Hilda meletakkannya ke ranjang semula. Terlihat tanda lahir bayi di dada kanan. Hilda tersenyum.
HILDA
Hilda lalu pergi untuk mengambil kain.
CUT TO
EXT. TERAS RUMAH TOMI — SIANG
Nampak Dirga mondar-mandir gelisah. Beberapa kali melihat layar telepon. Beberapa saat kemudian ponsel berdering. Ia segera mengangkat panggilan.
DIRGA
DIRGA
Dirga menutup panggilan telepon. Lalu menyeringai penuh kemenangan. Beberapa saat kemudian dia mendengar suara bayi menangis dari dalam rumah. Bergegas masuk ke dalam rumah.
CUT TO
INT. RUMAH TOMI — SIANG
Dirga melihat bayi sedang menangis. Suaranya lebih kencang dari sebelumnya.
DIRGA
Dirga nampak berpikir. Tak lama kemudian Dirga menggendong sang bayi dengan pakaian seadanya. Bercak putih bekas tumpahan susu menempel di bajunya. Bergegas dibawanya ke luar.
Beberapa menit setelah kepergian Dirga, muncul Hilda yang membawa lap dan baju ganti dari dalam kamar. Terkejut karena tidak melihat bayi itu.
HILDA
Dia mondar-mandir mencari. Masuk kamar lain kemudian keluar lagi.
HILDA
Hildapun ke luar mencari Dirga.
CUT TO
EXT. JALAN DESA — SIANG
Dirga menyusuri jalan sambil menggendong bayi Tomi yang tak henti menangis. Dia kebingungan.
DIRGA
Sedang kebingungan itu, Dirga melihat Kakek Tapa dengan dandanan gembelnya. Dia sedang berteduh di bawah pohon rindang.
KAKEK TAPA
Dirga mendadak punya ide.
DIRGA
Kakek Tapa berkerut dahi.
KAKEK TAPA
DIRGA
Dirga merogoh kantong, mengambil beberapa lembar uang. Lantas memberinye kepada kakek.
DIRGA
KAKEK TAPA
DIRGA
Kakek Tapa menatap tajam. Dirga nampak kikuk ditatap demikian seketika memalingkan muka ke arah lain. Kakek Tapa tersenyum tipis.
KAKEK TAPA
Dirga tersentak sekaligus senang.
DIRGA
Dirga menubruk tubuh kakek tua itu.
KAKEK TAPA
Dirga girang. Segera diberikannya bayi Tomi beserta segepok uang dalam sebuah kantung kain. Kakek Tapa tersenyum, menimang bayi Tomi sejenak, dia nampak takjub melihat wajah sang bayi. Seketika tangis bayi reda. Diapun pergi meninggalkan Dirga. Di sini sekali lagi Dirga menyeringai penuh kemenangan.
CUT TO
INT. RUMAH TOMI — SIANG
Sementara itu, Hilda masih panik karena bayi hilang. Dirga tiba-tiba muncul. Hilda segera memberondong dengan banyak pertanyaan.
HILDA
Dirga pura-pura cemas.
DIRGA
Tiba-tiba Hilda kontraksi.
HILDA
Dirga panik.
DIRGA
Cairan sedikit keruh mengalir ke betis Hilda. Pecah ketuban. Dia ambruk. Untung saja tubuhnya segera ditangkap Dirga.
CUT TO
10 TAHUN KEMUDIAN
EXT. GUBUK – PAGI
ESTABLISHED suasana cerah pagi hari di hutan. Mataharinya cukup terik. Seorang anak laki-laki tampan bernama YONGKER (10) sedang latihan silat. Ia mengikuti gerakan Kakek Tapa.
Beberapa menit kemudian gerakkannya melemah dan terkulai. Pura-pura kecapaian.
YONGKER
KAKEK TAPA
Kakek Tapa mengarahkan tinju ke tubuh Yongker. Secepat kilat Yongker menghindar. Dia berlari menjauhi Kakek Tapa.
KAKEK TAPA
Yongker tetap berlari sambil meledek.
CUT TO
EXT. JALAN DESA — PAGI
Yongker sudah berjalan menyusuri desa. Dia melihat anak-anak lain sepanjang jalan, ada yang bermain, jajan di pedagang kaki lima. Seorang anak perempuan bernama MILA (10) ada di tengah mereka. Yongker mendekat. Mereka menatap heran. Mila mengejek.
MILA
Teman-teman Mila tertawa. Yongker tidak suka. Dia tiba-tiba rebut jajanan.
MILA
Mila berusaha merebut kembali jajanannya. Yongker sengaja meledek. Mereka berkejaran. Mila akhirnya menangis. Melihat itu, teman-teman Mila kompak melempari Yongker dengan batu-batu kecil. Satu kerikil mengenai pelipis Yongker.
YONGKER
Saat anak-anak itu semakin banyak yang melempari Yongker, Kakek Tapa datang menyelamatkan. Dia langsung memeluk Yongker yang tersungkur memegangi pelipisnya.
KAKEK TAPA
Kakek Tapa membawa Yongker menjauh dari tempat itu.
CUT TO
EXT. GUBUK / SORE
Yongker dimarahi.
YONGKER
Kakek terdiam. Seperti berpikir sejenak. Lalu dia berkata.
KAKEK TAPA
Kakek Tapa pura-pura tidak mendengar. Dia malah pergi meninggalkan Yongker. Yongker kesal. Wajahnya ditekuk tiga lapis.
CUT TO