Cuplikan Chapter ini
Malam itu suasana Denpasar masih hangat oleh gema pujian dan denting lonceng Natalmeski gereja sudah mulai lengang Firman dan Greyzia berpegangan tangan keluar dari halaman gereja masih mengenakan pakaian yang tadi mereka gunakan dalam ibadah Mata Greyzia masih memerahbukan karena sedih melainkan karena ia benar-benar tersentuh terutama ketika jemaah bersama-sama menyanyikan Malam Kudus dan bacaan Injil menggemakan janji keselamatan AllahNamun malam belum selesai Firman mengarahkan