Cuplikan Chapter ini
Aroma khas antiseptik kembali menyelimuti indra penciuman Laras saat ia berdiri di sudut ruang VIP bangsal Mawar Layar monitor tanda-tanda vital di samping ranjang memancarkan pendar hijau yang konstan Bunyi bip yang teratur beradu halus dengan deru pendingin udara menegaskan garis tipis antara bahaya dan kestabilan kondisi pasien di hadapannyaPintu kayu tebal ruangan terdorong pelan Seorang wanita paruh baya bermata sembap masuk dengan langkah gemetar didampingi seorang pria berkemeja