Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
TARUM TATU
Suka
Favorit
Bagikan
#2
Chapter #2 Dendam Dan Sorga
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Catatan :
6. Karees ialah batu bulat kecil yang terhampar di sungai dan tepiannya. Batu ini akan banyak ditemukan jika musim kemarau tiba atau saat air susut.
7. Sungai Cidadap merupakan sungai yang berhulu di Gunung Tambaga Ruyung ini
memiliki panjang sekitar 30 km, dan melintasi 3 kecamatan, yakni Sindangkerta, Gununghalu, dan Rongga di Kabupaten Bandung Barat.
8. Jongjolong sejnis ikan berkumis, sejenis ikan lele yang lebih panjang
9. Genggehek, Sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae yang biasa hidup di sungai. Ikan ini juga dikenal dengan nama lain seperti kapyah, lawak, lalawak, wader, wader ecco, keprek, dan regis.
10. Beunteur ikan kecil yang hidup pada air bersih di sungai kecil pegunungan. Ikan ini juga dikenal dengan nama lain seperti wader pari, linjar pari, pari lanjong, kalemmar, cecereh, cere, pantau, seluang, dan bada.
11. Sengal ialah sejenis ikan lele namun berkulit merah, berkumis. Ia juga dikenal dengan nama ikan baung.
12. hayu nyemplung : mari terjun ke air
13. tong malaweung wae : jangan melamun saja
14. aya caah dengdeng : ada banjir bandang
15. Geura hanjat euy : cepatlah naik
16. kuda ronggeng : kuda yang dapat menari
17. Ikan Bogo merupakan ikan predator yang berwarna hitam atau abu gelap. Dikenal juga denga ikan gabus/channa.
18. Kacang Babi dikenal juga dengan nama Karang Benguk, yaitu tumbuhan merambat dengan tinggi 6 meter. Daun dan polong yang masih mudanya dapat dimakan asal direbus dahulu. Bijinya yang sudah tua dapat dipakai sebagai pengganti kacang kedelai. Kacang ini juga dapat dibuat sebagai biopestisida.
19. kulumudnya nyingsat, siga disunat : kulit halusnya tersingkap, seperti disunat
20. Enya Euy....getihan deuih : Iya, juga berdarah
21. geuning ieu mah pasti na oge : ternyata ini pasti disunat oleh jin
disunatan ku jin!"
22. Nya teu kukumaha. Nya kitu wae. Heuheu...geus geura nginum heula we
Tenangkeun, lah. Ke, sanggeus madang, sarekeun wae. Tenangkeun we nya! Tong sieun
= Ya tidak bagaimana-bagaimana. Ya begitu saja. Sudahlah, lekas minum saja dahulu! Tenangkan saja. Nanti setelah makan, tidurkan saja. Tenanglah! Jangan takut!
23. Wah, kasep pisan Ning incu Nini, teh! Yap ka dieu bageur = wah, tampan betul cucu Nenek. Yuk ke sini anak baik!
24. Cik, mana ka dieu : coba, mana ke sini!"
25. Ah, mana? Henteu geuning. Biasa keneh = Ah, mana, ternyata tidak. Masih biasa
26. Aneh. Naha jadi bisa kieu nya : Aneh. Kenapa bisa jadi begini ya
27. cangkedong. = sejenis wadah dari anyaman daun kelapa berbentuk emat persegi, dengan empat simpul di setiap ujung sisinya.
28. Ni...Nini, itu naon anu ngapung dina tali anu ngagantung? : Nek, Nenek. Apa itu yang terbang pada tali yang menggantung?
29. Itu, Ni...tuh tinggal, meni gagah kitu = Itu, Nek. Tuh lihat, sangat terlihat gagah
30. Oh...eta mah Kareta Gantung = Oh, itu sih kereta gantung
31. Ujang hoyong naek, Ni...Kenging nya Ni! = Ujang ingin naik, Nek. Boleh ya Nek!"
32. Entong, Jang! Ujang mah leutik keneh. Bisi ragrag : Jangan, Nak! Ujang masih kecil. Takut jatuh.
33. Moal atuh, Ni. Moal ragrag. Moal labuh. Tuh tinggal, budak nu sanes oge teu nanaon = Nggak akan dong, Nek. Tak akan jatuh. Tuh lihat, anak yang lain pun tidak apa-apa
34. Indung Bapa hidep henteu di dieu teh, lain lantaran maranehna teu nyaaheun ka hidep. Indung Bapa hidep teh keur nyiapkeun hirup Ujang ka hareupna, jaga. Sing tenang wae Ujang mah. Diajar sing soson-soson. Nini bakal mantuan. Salawasna mantuan. Ngajaga hidep tina naon wae =
Ayah ibumu tidak di sini itu, bukan karena mereka tak menyayangimu. Ayah ibumu sedang menyiapkan hidupmu ke depan, nanti. Uajang tenang saja lah. Belajar yang sungguh-sungguh. Nenek akan membantu. Selamanya membantu. Menjagamu dari apa pun.
35. Tah kitu. Budak bageur mah, engkena teh bakal boga nasib hade = Nah begitu. Anak yang baik itu, nanti akan mempunyai nasib yang baik
36. Waduk: bendungan penahan air Waduk atau reservoir (etimologi: réservoir dari bahasa Perancis berarti "gudang"), adalah danau alam atau danau buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah 'reservoir' dapat juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air di bawah sumur minyak atau sumur air. (Wikipedia)
37. Urang mah bakal tetep di dieu wae. Cai moal tepi ka dieu =
Kita akan tetap di si ini saja. Air tidak akan sampai ke sini.
38. Moal karendem kitu di dieu teh, Ni = Apa di sini tidak akan terendam, Nek?
39. Moal atuh = Tidak akan lah
40. Imah urang mah, apan sasajar jeung jalan kampung. Kitu deui jeung jalan utamana. Tangtuna oge, pamarentah moal sagawayah =
Rumah kita itu, kan sejajar dengan jalan kampung. Begitu pun dengan jalan utamanya. Tentunya, pemerintah pun tak akan sembarangan
41. Tapi, meureun urang bakal seueur kaleungitan tatanggi, Ni = tapi, barangkali kita akan banyak kehilangan tetatangga
42. Teu nanaon. Hidep apanan masih boga keneh sobat nu lian = Tak apa-apa. Kamu kan masih punya sahabat yang lain
43. kurung batokkeun = Istilah untuk menujukkan orang yang tidak banyak bergaul
44. Nini mah satuju wae = Nenek sih setuju saja
45. Nimbel? Pirage diajar nimbel mani kudu ka Dago sagala = Nimbel? Hanya sekedar belajar nimbel kok mesti ke Dago segala



‹ SEBELUMNYA
Chpter #1: Mayat Terapung Di Festival Citarum
BERIKUTNYA ›
Chapter #3 Jurus Jin Sun dan Pacar Indianya
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)