Cuplikan Chapter ini
BAB 22PENGAKUANWaktu terasa berjalan lambat di lorong itu Raka Fajar dan Doni duduk berjajar di bangku kayu dekat kantor Pak Kiai sesekali saling pandang tanpa banyak bicara telinga tetap awas ke arah pintu yang tertutup rapatSesekali terdengar suara samar dari dalam kadang suara Rizal yang bergetar kadang suara Pak Kiai yang tenang tapi tegas meski tidak ada kata yang bisa mereka tangkap jelas Doni beberapa kali mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai tanda gelisah yang tidak bis