Cuplikan Chapter ini
BAB 21PANEN PERTAMATiga bulan setelah kemenangan di pengadilan pagi itu kandang ayam petelur Pesantren Darul Hikmah Borneo dipenuhi suara riuh yang berbeda dari biasanyabukan cuma kokokan ayam tapi juga tawa dan seruan gembira para santri dan warga yang membantu memanen hasil pertama secara penuh lima ribu ekor ayam yang kini berproduksi stabilEmpat ribu dua ratus butir hari ini Kak Raka seru Fikri wajahnya berseri-seri sambil membawa keranjang telur yang hampir penuh Kini ia suda