Cuplikan Chapter ini
Viga terdiam menatap langit yang sama disudut yang berbeda ia menghela nafas melerai riuh hati dan fikirannya Hidup memperjalankannya sejauh ini dan hari itu takdir baru akan mulai dalam hidupnya Dan ya setiap manusia memiliki rencana namun perencana terbaik adalah Dia Sang pemilik Jiwa meski seringkali takdirnya terselimuti mysteri Seekor burung terlihat terbang melintas dibirunya langit Viga tersenyum memperhatikannya Ya Rabb aku menerima takdirmu Maka bukankanlah pintu-pintu