Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Di rumah ini, tidak ada darah yang tumpah. Hanya ada otoritas yang dipotong pelan-pelan di atas meja makan."
Bagi Sari (17), rumah subsidi beralas keramik 40x40 sentimeter di Tanjung Pandan itu bukan lagi tempat pulang, melainkan arena perang dingin. Kehadiran Rania—analis muda Diskominfo yang dinikahi Ayahnya secara mendadak—dan tangisan bayi Aria telah menggeser posisi Sari menjadi orang asing di rumahnya sendiri.
Ayahnya, seorang PNS Bappeda yang terbelit utang dan terobsesi pada citra keluarga bahagia, menuntut Kepatuhan Absolut. Namun, Sari menolak menjadi korban yang meratapi nasib. Berguru pada Dinda Maharani Hartono—sepupu Ayahnya yang kaya, pembangkang, dan dibuang keluarga besar—Sari mengeksekusi "Strategi Parasit": tampil sebagai anak paling patuh secara lahiriah, sambil menghisap setiap rupiah sumber daya rumah tangga demi membidani kemerdekaannya sendiri.
Didukung bimbingan batin Dinda dan boncengan motor Bagas di setiap subuh, Sari melatih otaknya dari jam sepuluh malam hingga jam dua subuh. Hingga suatu malam, di tengah deru hujan badai Belitung, Sari meletakkan selembar kertas HVS hijau di samping piring ikan selar Ayahnya: LULUS SELEKSI NASIONAL SNBT UI 2027 - ILMU HUKUM.
Sebuah novel psychological family drama yang menguliti patriarki birokrasi, eksploitasi domestik, dan dinginnya kemerdekaan seorang anak perempuan.