Cuplikan Chapter ini
Ketakutan Tesa amp Jawaban GinTesa terbangun dengan keringat dingin membasahi dahinya Napasnya tersengal-sengal dan jantungnya berdebar seperti baru saja berlari maraton Matanya bergerak liar di kegelapan kamarnya sementara tangannya yang gemetar menyentuh pipinya memastikan kulitnya masih halus hidungnya masih mancung dan bibirnya tidak berkerut seperti dalam mimpi buruknyaHanya mimpi hanya mimpi bisiknya berulang kali mencoba menenangkan diriTapi mimpi itu terasa begitu