Cuplikan Chapter ini
Citra dan Rasmi membongkar kardus-kardus di salah satu sudut ruangan memeriksa bagian dalamnya dengan gerakan cepat namun hati-hati Rasmi menghembuskan napas panjang Tangannya berhenti bergerak Bahunya naik-turun seperti menahan tangisKenapa sih dia jahat banget sama aku Tangis Rasmi pecah di tengah kalimat Aku kan cuma mau bantuCitra berhenti Ia menoleh menatap wajah Rasmi yang memerah Sekilas mata Citra bergerak ke arah lensa CCTV di sudut ruangantitik merahnya masih be