Cuplikan Chapter ini
Pukul 1857 Doni datang Dilihatnya Sena masih tertidur di atas kasur Hei Bangun yuk ini kubawain charger Ujar Doni menghampiri dan mengelus kening Sena dengan lembut Ia lalu berinisiatif untuk mengecaskan baterai ponsel milik SenaSena membuka matanya perlahan bibirnya tampak kering dan pecah-pecah Mual dan pening di kepalanya tak kunjung hilang seolah menghantam tepat di balik pelipisnya Ia mencoba bangkit dengan susah payahKok kamu baru dateng sih suaranya parau hampir sep