Cuplikan Chapter ini
LAMUNAN WORO KINASIH buyar manakala jemari Bagus Kamandaka menyentuh pipinya yang halusKita harus pergi Kamandaka Sebelum gelap benar-benar turun dan mata-mata Ayah menemukanku di sini bisik Kinasih piluKamandaka melepaskan genggaman tangannya dengan berat hati Ia memperhatikan Kinasih berlari kecil menuju gerbang belakang kadipaten menyelinap di antara bayangan tembok batu yang tinggiLANGIT DI ATAS KOTAGEDE mendadak berubah warna menjadi ungu pekat seolah alam sedang memberikan per