Cuplikan Chapter ini
Aira menghembus nafas kasar ia sebenarnya sangat enggan bahkan tidak Sudi jika harus menginjakkan kakinya lagi dirumah itu Tapi mengingat ada beberapa barang yang mengharuskan ia untuk kembali kerumah itu Langkah Aira mengayun pelan bahkan keraguan sempat menyelimuti dirinya Rumah yang sudah sangat lama ia tinggalkan Mencoba menghapus semua kenangan yang pernah ada dirumah itu Bagus masih ingat pulang juga kamu Masih ingat kalo punya rumah Suara bariton itu mengejutkan Aira Langka