[1] Dapur.
[2] Denok: panggilan untuk anak perempuan.
[3] Anak lelakiku tidak bisa ikut, dia mesti belajar untuk ujian Sekretaris Desa.
[4] Cantik sekali! Kamu mau jadi mantuku, ya? Mau, ya?
[5] Tujuh belas tahun, Pakde . . .
[6] Belum. Anak perempuanku belum punya kekasih.
[7] Ganteng, kan. Dia ini calon orang/pegawai negara, lo.
[8] Woalahhh, pertanda bagus ini! Kalau begini, aku yakin, mereka cocok satu sama lain, klop!
[9] Tidak, Kang. Kakang duluan saja.
[10] Kebiasaan berbicara secara jujur, terus terang, blak-blakan, apa adanya, dan tanpa ada yang ditutup-tutupi (tanpa tendeng aling-aling).