Cuplikan Chapter ini
Malam kian merambat pekat Richard masih mematung sendirian di balik meja kerjanya Remang cahaya lampu meja memantulkan guratan lelah di wajahnya tetapi ada kilat liar yang membakar bola matanyaisyarat membara dari seorang pria yang tengah membantai nuraninya sendiri Di atas meja amplop cokelat berisi lembaran foto rumah Ferdi dan Hana tergeletak pasrah bagai saksi bisu atas benih kejahatan yang mulai berakar di kepalanyaAku tahu ini salah Sangat salah bisiknya parau menatap nanar