Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Hania duduk di depan cermin menatap bayangannya yang terpancar dari permukaan kaca Matanya terlihat lelah namun ada tekad yang kuat di dalam dirinya Setelah banyak malam yang dihabiskannya dengan kebingungan dan kecemasan tentang perasaannya terhadap Agas Hania akhirnya sampai pada sebuah keputusan yang tidak mudah dia harus mengesampingkan perasaannya dan fokus pada hidupnya sendiriHania menyadari bahwa memendam perasaan terhadap Agas hanya akan membuatnya terperangkap dal