Cuplikan Chapter ini
Malam itu hening Hening yang bukan menenangkan tapi hening yang menusuk seperti menampakkan betapa kosongnya rumah sejak ibu pergiDi ruang tamu Oktaviani duduk sambil memeluk lututnya Ia menggigil bukan karena dingin tetapi karena sesak yang tak pernah mau pergi dari dadanya Sampai napasnya pun terdengar berat seperti sedang menanggung beban yang tidak pernah sanggup ia lepaskanFerdinan datang dari dapur membawa dua gelas teh panas Ia meletakkan satu di depan kakaknya kemudian dud