Cuplikan Chapter ini
Langit mulai menyadari bahwa emosinya tidak lagi datang satu per satu Mereka datang bersamaan bertumpuk saling mendorong seperti suara-suara yang ingin didengar bersamaan Ia bisa tertawa dan merasa hampa di detik yang sama bisa merasa marah tanpa tahu kepada siapa dan merasa bersalah tanpa tahu alasannya Yang paling menakutkan bukan perubahan itu sendiri melainkan kenyataan bahwa ia masih sadar sepenuhnya saat semuanya terjadi dan tidak tahu bagaimana cara menghentikannyaMerasa ini