Cuplikan Chapter ini
Matahari tenggelam perlahan ke dalam laut seakan ditelan ombakAku duduk di atas batu karang di ujung pantai selatan Eretium jauh dari pantai berbatu di utara tempat para pengungsi dulu menggigil di bawah hujan Kini sebagian besar dari mereka sudah pindah ke rumah-rumah kayu di padang perbatasan Dari tempatku duduk aku bisa melihat asap tipis dari tungku-tungku mereka membubung di kejauhan bercampur dengan cahaya jingga senja Pemandangan sederhana tetapi aku tak pernah bosan memandang