Cuplikan Chapter ini
Keesokan harinya Luna sarapan pagi dengan roti dilumuri selai cokelat dan ditemani dengan segelas susu cokelat hangat Pagi yang begitu sejuk membuat tubuh Luna membutuhkan kehangatan seperti hangatnya pelukan seseorang Sudah beberapa bulan Luna menjadi teringat dan merindukan orang tuanya yang sibuk bekerjaBi Papa dan Mama belum ada kabar buat pulang ke rumah ya tanya Luna dengan perasaan sedihIya Non tuan dan nyonya belum kasih tau kapan akan pulang ke rumah jawab Bibi MirnaMendeng