Cuplikan Chapter ini
Pagi hari udara di Ranukumbolo terasa sangat dingin Bunga es terlihat menempel di mana-mana Tidak hanya di rerumputan butiran halus berwarna putih itu juga menempel di cover-cover tendaSuasana masih sangat sepiDi depan tenda Hilman masih terpekur Ia duduk di atas sajadah yang warnanya sudah mulai menua Mulutnya berkomat-kamit sementara matanya terpejam Sudah sejam lebih ia duduk di tempat itu Seolah mengabaikan tusukan hawa dingin laki-laki berjenggot lebat i