Cuplikan Chapter ini
Bab 49 Ziarah di Ujung PenantianLangit sore itu berwarna jingga kemerahan seolah ikut berduka dalam keheningan pemakaman yang luas ini Langkah kakiku terasa berat terbenam sedikit demi sedikit di atas tanah yang lembap namun ada sebuah kepastian yang mendorongku untuk terus maju Aku melangkah mendekati segunduk tanah yang masih terawat dengan sebuah batu nisan putih bertuliskan nama yang sangat kukenaliNama yang selalu menjadi kunci pembuka gerbang kenangan indah dalam hidupkuAnehnya