Cuplikan Chapter ini
Linsara berdiri di ambang pintu menatap deretan pohon pinus yang menjulang di kejauhan sementara senja perlahan turun Cahaya jingga merayap di sela batang-batangnya menua bersama udara yang kian dinginIa melangkah pelan menginjakkan kakinya di antara bebatuan kerikil tanpa alas menyusuri halaman vila yang lengang Setiap pijakan terasa nyata Begitu dingin kasar dan jujurLinsara memejamkan mata sejenak menarik napas dalam lalu menghembuskannya pelan Namun detik berikutnya isakny