Cuplikan Chapter ini
Pertanyaan terakhir Eron menggantung di udara sore Cluster Cendana seperti awan mendung yang siap menumpahkan badai petir Di sekeliling mereka keriuhan Pesta Rakyat mendadak senyap secara magis Beberapa warga yang sedang memegang mangkok soto Betawi atau piring coto Makassar membeku di tempat telinga mereka dipasang tegak-tegak demi menangkap setiap desas-desusRhea tidak bisa menjawab Bibirnya bergetar hebat dan matanya yang berkaca-kaca menatap Eron dengan pandangan memohon ampun Air