Cuplikan Chapter ini
Dua Tahun Kemudian Angin laut bertiup lembut membawa aroma garam dan kesegaran pagi yang khas Di halaman belakang rumah Bapak Budi yang kini tampak lebih hidup dan terawat Laras berdiri memandang ke langit Langit Pekalongan pagi ini bersih biru cerah tanpa awan kelabu yang menumpuk Senyum Laras merekah lembut dan tenangsenyum yang kini selalu menghiasi wajahnya setiap hari Di tangannya ia memegang sehelai kain batik baru yang baru saja selesai ia kerjakan Polanya indah penuh garis