Cuplikan Chapter ini
My desk a vessel of unspoken lightShattered by hands blind to its sacred weightYet wisdom unbound by wood or fragile mightBurns brighter still untouched by fleeting fateSaya Elara Thalassa perkenalkan sahabatku yang jauh di seberang sana meja belajar saya yang terkoyak Saya meninggalkannya Tapi saya tinggalkan juga separuh jiwa saya di sana untuk menemaninya merasakan sakit dan pilunya tergores gores kecerobohan kehidupan Meja belajar saya itu pemberian dari orang yang tersaya