Cuplikan Chapter ini
Usia Damar kini tepat menginjak tiga puluh tahun Di wajahnya yang mulai dihiasi garis-garis kedewasaan terpancar ketenangan yang sangat berbeda dari lima tahun lalu Lima tahun yang lalu ia melangkah gontai meninggalkan gemerlap palsu Kota Surabaya Ia pulang ke kampung halaman membawa koper yang terasa sangat berat bukan karena isinya yang melimpah melainkan karena beban kegagalan yang bertubi-tubi menghantam dirinya hingga runtuh Surabaya telah menjadi saksi bisu bagaimana mimpi-mimpi