Cuplikan Chapter ini
Chen Hong mendorong pintu kayu kamar 308 secara perlahan Bunyi derit halus dari engsel pintu seketika menghentikan gelombang suara percakapan dari dalam ruangan Dua pasang mata langsung menoleh serentak ke arah ambang pintu menatap sosok pemuda berkaus polo hitam dengan tas ransel kain usang yang tersampir santai di bahu kanannya Atmosfer di dalam kamar asrama yang berukuran sedang itu sempat hening selama satu detik sebelum akhirnya dicairkan oleh salah satu penghuni di sanaSeorang pemu