Cuplikan Chapter ini
Semilir angin berhembus dedaunan jatuh berguguran Warna langit cerah tanpa awan hitam disekelilingnya Sang surya siap berlabuh diantara cerahnya langit Kala itu Arman duduk sendiri di kantin kampus Dia menikmati kerinduan pada sosok Diba Kecantikan alami tanpa polesan yang membuat tiap lelaki memujanya Semakin lama lamunan makin menghanyutkan pikiran Khayalannya lantas terbelah menjadi dua bayang-bayang buram tak berbentuk Bayangan pertama bagaimana jika menyatakan perasaannya