Cuplikan Chapter ini
Aku duduk berhadapan dengan Mas Rayyan di kantin rumah sakit Seina langsung kembali ke Puskesmas karena hari ini dia piket Sementara aku ya tetap di sini Soalnya Mas Rayyan meminta mengobrol berdua Masa kutolak Ya gak mungkin kanSebelum berpisah dengan Seina sahabatku itu menatapku dengan sorot mata penuh rasa ingin tahu Aku sangat yakin besok pasti aku bakalan dicecarnya habis-habisanKamu gimana kabarnya NaMas Rayyan memulai terlebih dulu percakapan di antara kami berduaAlhamdu