Cuplikan Chapter ini
EPILOGYang Dibawa Pergi Yang DitinggalkanPertengahan tahun 1985 Pagi itu kabut turun lebih lambat dari biasanya di lereng Gunung Kawi seolah alam sendiri sedang memberi waktu tambahan bagi siapa pun yang ingin melihat desa itu sekali lagi sebelum semuanya berubahDamar Jati berdiri di jalan desa tepat di depan rumahnya sendiri dengan sebuah tas kain sederhana tersampir di bahu berisi beberapa lembar pakaian sedikit uang hasil tabungan yang dikumpulkannya diam-diam selama dua tahun