Duh kenapa cepat sekali keluar bayinya?" Keluh wanita paruh baya.
"Anak saya prematur mak, jadi harus melahirkan di kota Dumai. Tidak bisa ke rumah sakit di sini" jelas pria itu yang duduk disamping istrinya, ibunya wanita itu duduk di samping kirinya, adiknya wanita itu didepan samping pria itu.
"Sudah tahu tempat rumah sakitnya, bang?" Tanya adiknya wanita itu.
"Tahu, sudah di kasih tahu oleh pihak rumah sakitnya tapi sayangnya kami tidak punya banyak uang untuk melahirkan" jelas pria itu.
"Sudah ada kerja?" Tanya pria itu.
"Sudah, kami jualan kecil-kecilan di depan rumah tapi penghasilannya cuma sampai 2 juta" jelas pria itu.
"Biar saya bantu biaya persalinan Mela, Dan" usul pria itu.
"Duh, Terima kasih om Hen, semoga saya bisa membayar utang ini" balas pria itu yang bernama Edan.
"Iya sama-sama semoga anak kalian lahir dengan selamat" balas pria itu yang bernama Henry.
"Cewek atau cowok anak kalian?" Tanya Henry.
"Cewek dan semoga saja cantik kayak ibunya" balas Edan dengan tersenyum cerah sedangkan sang istri hanya tidur dengan bersandar di bahu suaminya.
"Iya pasti cantik tuh" balas Henry.
"Wah cantik sekali anaknya Edan dan Mela" puji Henry.
"Mirip kak Mela dan tidak ada mirip bang Edan" tambah Rika dengan tersenyum cerah.
"Wah tak disangka anak kalian cantik fan hidungnya mancung" kata Henry.
"Alhamdulillah doa saya terkabul om Henry" balas Edan.