Cuplikan Chapter ini
Orang yang sedang panik itu sulit untuk mencerna segalanya dengan baik kanBerulang kali Kanaya membela dirinya dengan argumen itu untuk menutupi kebodohannyaDia bukan bodoh hanya terlampau gugup berujung penglihatannya mengerucut itu saja Nyatanya setelah lewat waktu itu perlahan ia bisa mengingat segalanyaTapi sayang terlambatSelepas lamaran itu ada banyak hal yang Kanaya urus dari melengkapi berkas mengurus ini itu vaksin dan lain-lain Bahkan juga perdebatan sengit yang sempat