Cuplikan Chapter ini
Bahar duduk di samping Hamidah yang belum sadarkan diri matanya sendu air matanya menggenang di pelupuk matanyaTangannya menggenggam tangan Hamidah yang terpasang infus alat deteksi jantung berbunyi pelanIbu maafin bapak Bu Sambil menciumi tangan HamidahKepala Bahar tertunduk diatas ranjang ia tertidur dalam keadaan dudukSebuah Kabah terlihat dari kejauhan ia berjalan mendekati dengan langkah tertatih badannya limbung lalu terjatuh dalam keadaan berlutut ia paksakan merangkak men