Cuplikan Chapter ini
Sedetik kemudian Bara berbalik dan pergi meninggalkan dapur meninggalkan Amanda yang masih terpaku dengan aroma kopi dan parfum Bara yang masih tertinggalAmanda berdiri mematung Kakinya lemas Lututnya terasa seperti tidak mempunyai tulang untuk menyanggaKalimat itu terus terngiang di kepalanya Cepat atau lambat itu pastiKalimat itu bukanlah rayuan atau gombalan tapi itu adalah sebuah ancaman nyata untuk Amanda Sebuah janji dari seorang laki-laki yang sudah menjadikannya sebagai pus