Cuplikan Chapter ini
Tiba-tiba saja Jinan merasa ada tangan besar yang menarik kepalanya keras hingga membuat kedua matanya terbuka Dia mendongak dengan matanya yang sudah memerah sementara tangannya refleks memegang dada Dia merasa seperti baru saja terhempas dari ketinggian Jinan melenguh rupanya dia tersentak dari tidurnyaMimpi itu lagi gumamnya bersamaan dengan helaan napas yang beratMimpi itu tadinya menjadi nyata tapi kini dia lega tidak ada lagi Yoora yang mendorongnya dari atas gedung Entah