Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Simpang
8
Suka
33,154
Dibaca

Hal yang paling romantis dari hujan adalah kita berdua. Kita yang tengah berjalan tanpa arah membuat definisi hujan semakin indah. Aku memegang erat tanganmu dan kamu juga begitu.

"Tanganmu selalu menjadi tangan yang paling hangat ketika hujan. Aku suka itu." Kalimat yang tak sengaja keluar dari mulutku itu membuatmu tersenyum.

"Bukan tanganku yang hangat, tapi tanganmu." Kamu melepaskan genggaman tanganku. "Bahkan tidak hanya tanganmu yang hangat. Semuanya tentangmu itu hangat. Pelukmu, senyummu, kalimatmu..."

"Sudah, sudah. Jangan membuatku terus tersenyum. Kenapa kamu suka sekali membuatku salah tingkah?" Aku tertawa kecil lalu menggenggam tanganmu lagi. Namun, kamu melepaskannya.

Kita terus berjalan tanpa arah hingga kita tersesat. Aku menghentikan langkahku, tapi kamu tidak begitu. Setelah beberapa langkah lebih jauh dariku, kamu berhenti lalu membalikkan tubuhmu. Kamu tersenyum.

"Berbalik arahlah. Kamu sudah berjalan terlalu jauh."

Aku berjalan ke arahmu, tapi kamu segera menghentikanku. "Aku akan ikut denganmu. Jadi, berbaliklah," katamu.

Aku membalikkan tubuhku, berjalan beberapa langkah lalu berhenti. Aku menoleh ke belakang, tapi kamu sudah hilang. Mungkin aku yang selalu lupa kalau kamu itu pandai berbohong. Kamu bilang akan kembali, tapi kamu tidak. Tidak heran jika kamu bilang akan ikut denganku, tapi kamu tidak juga.

Aku menatap tanganku yang tadi kaugenggam. Tanganmu bahkan masih tetap hangat, meskipun tidak sehangat saat kita masih satu alamat. Sekarang tempat kita pulang sudah berbeda, tapi setidaknya kita masih saling ada, rasa kita masih sama. Dirgantara, sampai jumpa. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Simpang
iam_light.blue
Flash
Lima Tahun dari Sekarang
eko s
Cerpen
Jaenudin
Steffi Adelin
Flash
Bronze
Sembilan Nyawa
Silvarani
Novel
Cinta Rindu
Septriani wulandari
Flash
Bronze
Dua Tahun Lagi
Ron Nee Soo
Flash
Surat Lentera untuk Kelana
Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)
Cerpen
Angkot Punya Cerita
Brigita Tampubolon
Flash
Bronze
Alasan Menjadikanmu Rumah
lidia afrianti
Flash
Bronze
Sepucuk Surat untuk Hujan
MONSEUR
Cerpen
Bronze
Amnesia?
Iena_Mansur
Novel
You Can Tell Me
Lilian
Novel
Bronze
Na!
TYSPS
Skrip Film
Aku adalah
Eva Natalia Prasetya
Flash
Raja x Cinta
Fani Fujisaki
Rekomendasi
Flash
Simpang
iam_light.blue
Flash
Forget
iam_light.blue
Flash
(Bukan) Pulang
iam_light.blue
Flash
Pelabuhan Terakhir
iam_light.blue
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
I'm Fine
iam_light.blue
Flash
Broken
iam_light.blue
Novel
A Part Of Earth
iam_light.blue