Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Jodoh di Balik Pintu
4
Suka
22,354
Dibaca

Aliya Hastuti gemar berdiri di depan pintu rumah, berlama-lama, memandang tanaman di taman, atau melihat lalu-lalang kendaraan di jalan. Namun, ibu selalu memarahi gadis 17 tahun itu. 

“Bisa sulit jodoh,” kata ibu, selalu dengan mata melotot.

Aliya sih menurut saja, meski tertawa dalam hati. Hari gini masih percaya takhayul?

Saat di sekolah, Aliya menjadikan takhayul itu sebagai bahan candaan bersama teman-teman. Mereka sering terbahak-bahak dengan kepercayaan kolot itu. Jodoh dan pintu, apa hubungannya? Ada-ada saja.

Namun, sesekali hadir keraguan dalam hati Aliya. Dia teringat pada Bu Maya Puji Lestari, guru Bahasa Inggris yang selalu berpenampilan modis, yang selalu tampak cantik dengan jilbab model apapun, dan yang pernah ikut program pertukaran guru di Melbourne. Usia Bu Maya sudah 30-an, namun masih lajang. Konon, beliau suka berdiri di depan pintu, saat muda.

Suatu sore Aliya melihat Bu Maya diboncengkan pemuda tampan. Bu Maya sudah punya kekasih? Oh, tampan sekali kekasih Bu Maya, tetapi pemuda itu tampak lebih muda dari Bu Maya. 

Keesokan hari, Alya menanyakan hal itu pada Bu Maya. Guru itu tertawa kecil.

“Itu adikku, Liya. Namanya Satrio, masih kuliah arsitektur. Dia sedang libur dua hari. Sekarang dia sudah kembali ke Semarang.”

Aliya ingat, Bu Maya pernah bercerita, sejak kedua orangtua beliau meninggal dalam kecelakan bus, Bu Maya harus membiayai sekolah Satrio. Mungkin, Bu Maya lebih memikirkan pendidikan adiknya, daripada menikah.

Waktu cepat berlalu. Aliya lulus dari SMA Negeri 007 Batang, lalu kuliah Sastra Inggris di sebuah PTS di Yogyakarta. Aliya masih sempat beberapa kali bertemu dengan Bu Maya, saat pulang kampung. 

Suatu hari Aliya mendengar kabar Bu Maya menikah, tetapi Aliya tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan beliau, karena sedang ujian akhir semester. 

Kabarnya, rumah Bu Maya yang selama ini ditempatinya telah disewakan. Kini Bu Maya tinggal bersama suaminya di sebuah perumahan. Bila ada kesempatan, ingin sekali Aliya berkunjung ke rumah beliau.

Aliya berkunjung ke rumah Bu Maya, suatu siang ketika pulang kampung. Di teras rumah bercat hijau, tampak seorang pemuda tampan sedang duduk membaca koran. Aliya mengucapkan salam, menyampaikan maksud kedatangannya. Pemuda itu menyilakannya duduk di kursi teras, kemudian masuk ke rumah.

Tak lama kemudian, Bu Maya muncul, lalu memeluk Aliya.

“Sudah besar kamu, semester berapa sekarang?” seru Bu Maya.

“Tinggal skripsi, Bu Maya,” sahut Aliya, seraya melirik ke dalam rumah. “Maaf, yang tadi itu suami Bu Maya?” tanya Aliya tersipu.

Bu Maya tertawa kecil.

“Bukan. Suamiku sedang ke Jakarta, ada seminar tentang smart city, jadi pembicara,” sahut Bu Maya. Suami beliau dosen komputer di sebuah PTS di Batang.

“Lalu siapa dia, Bu Maya?”

“Kamu pernah melihatnya, beberapa tahun silam. Itu Satrio adikku. Dia jadi arsitek sekarang, di Surabaya. Dia baru datang kemarin. Waktu pernikahanku dia sedang tugas di Kendari.”

Aliya lega mendengarnya. Beberapa saat kemudian pemuda itu keluar membawa dua gelas sirup rasa jeruk segar.

“Kamu masih suka berdiri di depan pintu rumah, Liya?” tanya Bu Maya.

Aliya menyeringai. Di dekat mereka, Satrio tersenyum mendengar pertanyaan kakaknya itu. Senyum itu, ah, membuat dada Aliya berdebaran. Ia memainkan ujung jilbab merahnya.

“Tidak takut sulit jodoh?” canda Bu Maya.

Aliya gugup, apalagi melihat Satrio tersenyum. Rupanya pemuda itu tahu diri, segera masuk ke rumah. Meski begitu, Aliya belum mampu menjawab pertanyaan Bu Maya yang bernada guyonan itu.

Bu Maya mencondongkan tubuh ke arah Aliya, melirik daun pintu rumah yang terbuka, lalu berbisik, “atau jangan-jangan jodohmu sudah ada di balik pintu?”

Aliya gelagapan. Malu dan bahagia membaur di hatinya. Aliya ingin membenarkan ucapan Bu Maya, tetapi gadis itu terlalu malu untuk mengatakannya.

***SELESAI***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Gold
Luka Dalam Bara
Noura Publishing
Flash
Jodoh di Balik Pintu
Sulistiyo Suparno
Novel
Kesempatan Kedua
YeNaara
Novel
Study Dates
ArinaAsh
Cerpen
Bronze
Cinta pertama berakhir di satu pilihan
Chiavieth Annisa06
Cerpen
Bronze
Jabir dan Juhu
Jie Jian
Novel
Gold
Love & Gelato
Noura Publishing
Skrip Film
Pergilah Puan Tanah ini telah Bertuan (Script Version)
Rana Aksa
Novel
Bronze
Hey, Arel !!!
Etika Christina Retno Murti
Flash
Pengakuan Yang Tidak Dijawab
Linda Er
Skrip Film
Serpihan Sayap Dan Cinta
Sapto Nugroho
Novel
Laluna
Ririn
Novel
Gold
Jodoh Sang Superstar
Falcon Publishing
Flash
Pemilik Suara Merdu
Agnes Dzahniyah
Komik
Filotimo
Rainnydays Project
Rekomendasi
Flash
Jodoh di Balik Pintu
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Kursi Goyang, Kursi Maut
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Penumpang Gelap
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Buku Mimpi Mimi
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Gadis Berkuncir Ekor Kuda
Sulistiyo Suparno
Flash
Matahari Tak Pernah Lelah
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Perilaku Aneh Paman Go
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Merindukan Sonep
Sulistiyo Suparno
Flash
Gadis Kecil di Depan Bioskop
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Menolak Jatuh Cinta
Sulistiyo Suparno
Flash
Pengarang Idola
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Warisan Tuan Reading
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Kinjeng Biru (Cinta yang Kandas)
Sulistiyo Suparno
Flash
Mangga di Luar Jendela Kamar
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Rambo Mencoba Bertahan Hidup
Sulistiyo Suparno