Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Jodoh di Balik Pintu
4
Suka
28,232
Dibaca

Aliya Hastuti gemar berdiri di depan pintu rumah, berlama-lama, memandang tanaman di taman, atau melihat lalu-lalang kendaraan di jalan. Namun, ibu selalu memarahi gadis 17 tahun itu. 

“Bisa sulit jodoh,” kata ibu, selalu dengan mata melotot.

Aliya sih menurut saja, meski tertawa dalam hati. Hari gini masih percaya takhayul?

Saat di sekolah, Aliya menjadikan takhayul itu sebagai bahan candaan bersama teman-teman. Mereka sering terbahak-bahak dengan kepercayaan kolot itu. Jodoh dan pintu, apa hubungannya? Ada-ada saja.

Namun, sesekali hadir keraguan dalam hati Aliya. Dia teringat pada Bu Maya Puji Lestari, guru Bahasa Inggris yang selalu berpenampilan modis, yang selalu tampak cantik dengan jilbab model apapun, dan yang pernah ikut program pertukaran guru di Melbourne. Usia Bu Maya sudah 30-an, namun masih lajang. Konon, beliau suka berdiri di depan pintu, saat muda.

Suatu sore Aliya melihat Bu Maya diboncengkan pemuda tampan. Bu Maya sudah punya kekasih? Oh, tampan sekali kekasih Bu Maya, tetapi pemuda itu tampak lebih muda dari Bu Maya. 

Keesokan hari, Alya menanyakan hal itu pada Bu Maya. Guru itu tertawa kecil.

“Itu adikku, Liya. Namanya Satrio, masih kuliah arsitektur. Dia sedang libur dua hari. Sekarang dia sudah kembali ke Semarang.”

Aliya ingat, Bu Maya pernah bercerita, sejak kedua orangtua beliau meninggal dalam kecelakan bus, Bu Maya harus membiayai sekolah Satrio. Mungkin, Bu Maya lebih memikirkan pendidikan adiknya, daripada menikah.

Waktu cepat berlalu. Aliya lulus dari SMA Negeri 007 Batang, lalu kuliah Sastra Inggris di sebuah PTS di Yogyakarta. Aliya masih sempat beberapa kali bertemu dengan Bu Maya, saat pulang kampung. 

Suatu hari Aliya mendengar kabar Bu Maya menikah, tetapi Aliya tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan beliau, karena sedang ujian akhir semester. 

Kabarnya, rumah Bu Maya yang selama ini ditempatinya telah disewakan. Kini Bu Maya tinggal bersama suaminya di sebuah perumahan. Bila ada kesempatan, ingin sekali Aliya berkunjung ke rumah beliau.

Aliya berkunjung ke rumah Bu Maya, suatu siang ketika pulang kampung. Di teras rumah bercat hijau, tampak seorang pemuda tampan sedang duduk membaca koran. Aliya mengucapkan salam, menyampaikan maksud kedatangannya. Pemuda itu menyilakannya duduk di kursi teras, kemudian masuk ke rumah.

Tak lama kemudian, Bu Maya muncul, lalu memeluk Aliya.

“Sudah besar kamu, semester berapa sekarang?” seru Bu Maya.

“Tinggal skripsi, Bu Maya,” sahut Aliya, seraya melirik ke dalam rumah. “Maaf, yang tadi itu suami Bu Maya?” tanya Aliya tersipu.

Bu Maya tertawa kecil.

“Bukan. Suamiku sedang ke Jakarta, ada seminar tentang smart city, jadi pembicara,” sahut Bu Maya. Suami beliau dosen komputer di sebuah PTS di Batang.

“Lalu siapa dia, Bu Maya?”

“Kamu pernah melihatnya, beberapa tahun silam. Itu Satrio adikku. Dia jadi arsitek sekarang, di Surabaya. Dia baru datang kemarin. Waktu pernikahanku dia sedang tugas di Kendari.”

Aliya lega mendengarnya. Beberapa saat kemudian pemuda itu keluar membawa dua gelas sirup rasa jeruk segar.

“Kamu masih suka berdiri di depan pintu rumah, Liya?” tanya Bu Maya.

Aliya menyeringai. Di dekat mereka, Satrio tersenyum mendengar pertanyaan kakaknya itu. Senyum itu, ah, membuat dada Aliya berdebaran. Ia memainkan ujung jilbab merahnya.

“Tidak takut sulit jodoh?” canda Bu Maya.

Aliya gugup, apalagi melihat Satrio tersenyum. Rupanya pemuda itu tahu diri, segera masuk ke rumah. Meski begitu, Aliya belum mampu menjawab pertanyaan Bu Maya yang bernada guyonan itu.

Bu Maya mencondongkan tubuh ke arah Aliya, melirik daun pintu rumah yang terbuka, lalu berbisik, “atau jangan-jangan jodohmu sudah ada di balik pintu?”

Aliya gelagapan. Malu dan bahagia membaur di hatinya. Aliya ingin membenarkan ucapan Bu Maya, tetapi gadis itu terlalu malu untuk mengatakannya.

***SELESAI***

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
écraser
Jacqueline Jesseline
Flash
Jodoh di Balik Pintu
Sulistiyo Suparno
Novel
Reina In Rain
Yunika Nadhiya Anggraini
Novel
Abangda Untuk Adinda
Ule Maniloka
Novel
Bronze
PESANTREN IN LOVE
Lailatul Rif'ah
Novel
FALL
Luthfia Izza Nafara
Novel
Orion X Onion
Orion Lumira
Novel
Bronze
Lean On Me
Dessy Rahmatya
Novel
Noda Merah "98
Icha Ghozali
Novel
Bronze
YANG TERPILIH
Ratnasari
Novel
Bronze
Rama's Story Origins : Shape Of Angel
Cancan Ramadhan
Novel
Bronze
Frankfurt to Jakarta
Leyla Imtichanah
Novel
Gold
Cecilia And The Angel
Mizan Publishing
Flash
Take Me to Jannah
khansa
Novel
Philophobia
fathi insani kamilia
Rekomendasi
Flash
Jodoh di Balik Pintu
Sulistiyo Suparno
Flash
Selamatkan Rabit
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Nasi Megono Mak Kudung
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Pisau
Sulistiyo Suparno
Flash
Jadi Pacar Kakakku
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Tujuh Daun Bidadari
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Kepalsuan
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Lelaki Penggali Tanah
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Sisi Romantis Seorang Pembunuh
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Jangan Tebang Pohon Sawo Itu
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Demit Berambut Api
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
"Tolong, Sembelih Saya!"
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Kepak Sayap Merpati di Luar Jendela
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Bintang Sinetron
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Ternyata Begini Rasa Cemburu
Sulistiyo Suparno