Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Religi
Petuah Ayah
32
Suka
14,957
Dibaca

Biasanya, daripada adu argumen aku lebih senang adu fisik, kecuali jika berhadapan dengan lawan yang tak sebanding. Kalau menghadapi orang berbadan kekar misalnya, atau seperti saat ini, adu fisik adalah pilihan terakhir.

Menghadapi yang begini, aku pilih nawar. Sebenarnya aku hanya mengulur waktu, menunggu ayah yang akan menjemput ke sini. Persis seperti ketika ayah menjemputku di ruang BP, di rumah Pak RT, di kantor Polisi, atau di mana saja aku kena masalah. Suara lantang ayahlah yang terakhir terdengar di setiap ruangan itu. Membuat bantahan mereka tertahan mulut yang terkatup, lalu dengannya mereka berkumur. Mungkin mereka telan atau muntahkan selepas kami pulang. Ayah hebat, ya?

Paling juga sampai rumah aku dinasihati lagi. Cara ayah menyampaikan petuah memang unik. Dibanding menggunakan untaian kata, ayah lebih memilih telapak tangan dan kaki; sikut dan lutut; gagang sapu dan sabuk. Eh, ada sih kata-kata ayah ketika melayangkan petuah itu. Namun, yang kuingat hanya rasa sakitnya. Sakit, sakit sekali. Setidaknya aku dapat pelajaran. Setiap sakit yang kuterima akan kusimpan dan kuingat baik-baik, untuk kukeluarkan kelak pada saat yang tepat kepada lawan yang sebanding. Aku tak sabar menanti kesempatan untuk menyalurkan rasa sakit dari hantaman terakhir ayah. Belum pernah merasakan sakit senyeri itu, membuatku hampir menangis untuk pertama kalinya dan lalu menggelapkan pandangan.

Sekarang ini, seperti sebelumnya, kehebatan ayahlah satu-satunya harapan untuk menghentikan ocehan yang memekakkan ini. Aku bingung karena apapun yang kukatakan, petugas di depanku ini selalu saja menyuarakan hal yang sama sejak kami berjumpa. Sejak aku membuka mata akibat hantaman ayah.

"Man Rabbuka?" suara bernada tanya dari si petugas kembali menggedor telingaku.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (6)
Rekomendasi dari Religi
Flash
Petuah Ayah
Deden Darmawan
Novel
Gold
Reclaim Your Heart
Noura Publishing
Novel
Bronze
Kalam Cinta Untuk Elly
Nuzulul Rahma
Novel
Gold
Kuntum-Kuntum Surga
Mizan Publishing
Novel
Kusebut namamu dalam doa
Roslina
Novel
Gold
Jejak-Jejak Islam
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Sebab Bahagia Itu Mudah
Mizan Publishing
Novel
SEMI
Asoka Biru
Novel
Bronze
Lelaki yang Dirindu Surga
Imajinasiku
Novel
Gold
Shopaholic Insyaf
Mizan Publishing
Novel
Jodoh Ning Ophi
Johar Edogawa
Novel
LE SOLEIL DE MA VIE
Ravistara
Flash
Dompet Natal
Rafael Yanuar
Novel
Gold
Love & Happiness
Mizan Publishing
Novel
Bukan Nikah Kontrak
Choi Aerii
Rekomendasi
Flash
Petuah Ayah
Deden Darmawan
Flash
Kue Ulang Tahun Istriku
Deden Darmawan
Flash
SSB
Deden Darmawan
Flash
Pilih Baju Lagi
Deden Darmawan
Flash
Baju Pantas
Deden Darmawan
Flash
Cabai
Deden Darmawan
Flash
Rapat Dekom
Deden Darmawan
Flash
Jangan Korupsi, Nak!
Deden Darmawan
Flash
Perbaikan
Deden Darmawan
Novel
Sejati
Deden Darmawan