Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagaimana jika kekalahan terbesar dalam hidup justru menjadi awal dari sebuah kemenangan? Felix adalah kapten tim basket SMA Nusantara yang terbiasa mendapatkan sorotan. Permainannya dipuji, three point shoot-nya menjadi andalan, dan kemenangan terasa seperti sesuatu yang memang pantas ia dapatkan. Sampai sebuah pertandingan mengubah semuanya. Satu kesalahan di lapangan membuat Felix kehilangan kepercayaan dirinya. Video pertandingan tersebar di media sosial, komentar negatif berdatangan, dan untuk pertama kalinya ia merasakan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tidak bisa mengendalikan penilaian orang lain. Dalam keterpurukannya, Felix kembali menemukan hal-hal yang selama ini ia abaikan: keluarga, sahabat, buku, doa, dan imannya kepada Tuhan. Ketika akhirnya kembali ke lapangan, ia menyadari bahwa basket bukan tentang menjadi pahlawan seorang diri. Setiap operan membutuhkan kepercayaan. Setiap kemenangan membutuhkan kerja sama. Dan setiap langkah membutuhkan keberanian untuk menaklukkan ego sendiri. Three Point Terakhir adalah kisah tentang basket, persahabatan, kegagalan, iman, dan seorang remaja yang belajar bahwa hidup tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak angka yang berhasil dicetak—melainkan oleh langkah yang dipilih setelah kita jatuh.