Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Thriller
Yang Tersembunyi Di Dalam Gunung Yuan Fu
0
Suka
12
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

‎Dukun membaca mantra, seluruh warga Desa Fushan memperhatikan dengan seksama. Mereka, yang dipimpin oleh Zhao Mingxuan sebagai kepala desa nampak khusyuk.

‎

‎Sang dukun kemudian kerasukan. Mingxuan meminta semua tenang. Ia berkata petunjuk dewa telah turun. Seluruh penduduk menuruti karena itu sudah kejadian tahunan. Meski Lin Yuexin yang kritis ditahan ibunya, Lin Huizhen.

‎

‎Saat dukun bangkit, warga pun sudah bisa menebak arahnya kemana. Desa diminta mengutus seseorang untuk memetik daun dari tumbuhan yang amat istimewa, yang hanya tumbuh setahun sekali. Warga pun tahu itu, dan saling membicarakan hal tersebut

‎

‎Yuexin menunjukkan wajah geli, Huizhen mencoba membuat putrinya untuk mengubah ekspresi. Awalnya gadis berusia dua puluh tahun tersebut sulit melakukan nya, untungnya lama kelamaan ia bisa.

‎

‎Tapi dukun desa mendekati, ia berkata Yuexin kali ini telah dipilih dewa untuk misi memetik daun di gunung Yuan Fu. Yuexin tertawa dalam hati, seharusnya mereka sekarang mengungsi karena gunung sudah siaga.

‎

‎Ditambah lagi ia diminta melakukan takhayul yang menggelikan. Gadis yang dianggap stress karena tak bisa melanjutkan sekolahnya tersebut pun mengatakan, mereka bisa berdaya sendiri, tanpa menunggu arahan dari teh daun tertentu, demi bagaimana caranya bertahan hidup untuk tahun depan.

‎

‎Mingxuan mengiyakan, tapi melakukan itu semua bukan berarti mereka percaya hal tak masuk akal. Semua hanya percaya satu hal. Yaitu menjaga tradisi.

‎

‎Huizhen masuk dalam pembicaraan, memang semua itu benar, tapi kini gunung dalam keadaan waspada. Mencari daun ajaib tidak bisa dicari dalam waktu satu dua jam.

‎

‎Mingxuan pun kembali berargumen. Ia mengatakan sebagai orang beriman lebih baik percaya dewa ketimbang prediksi manusia. Yuexin ingin membalas argumen tersebut, tetapi Huizhen meminta sang putri untuk mengalah.

‎

‎Yuexin tak bisa memahami pikiran ibunya, ia bertanya apakah sang ibu akan mengorbankan dirinya. Sang ibu pun menjawab, warga desa sudah saling menatap, mereka tidak bodoh, karena itu pasti ada jalan. Yuexin mengiyakan kebijakan ibunya.

‎

‎Esoknya hampir seluruh penduduk desa mengantar Yuexin. Gadis tersebut tahu yang mengantar hanya yang percaya saja, sedang yang skeptis dirinya tebak sudah mengungsi.

‎

‎Lin Xiaoren, sang kakek memeluk gadis yang telah mengubur impian menjadi astronot itu. Seperti biasa ia kemudian memandang wajah cucunya, dan senyum kakek yang usianya sudah uzur itu pun menenangkan Yuexin.

‎

‎Yuexin bertanya dimana sang ibu, kakek awal usia 70an itu pun menjawab dengan bisikan, sesuatu yang membuat Yuexin mantap masuk ke dalam gunung, meski gunung sudah level tiga.

‎

‎***

‎

‎Yuexin memasuki gunung tanpa rasa takut sedikit pun. Ia memang punya pikiran daun istimewa hanya akal bulus kepala desa, dan dirinya amat yakin. Tapi di dalam keadaan gunung sudah siaga, apa sebetulnya tujuan akhir dari pria yang sudah dua puluh tahun memimpin desa tersebut?

‎

‎Dan Yuexin pun sadar kepala desa pasti sudah menempatkan anak buahnya untuk menaruh daun palsu. Jika tidak Mingxuan dan dukun yang ia yakini bekerjasama, pasti tidak akan sangat yakin menentukan si pemetik asal mengambil daun atau tidak.

‎

‎Untuk itu Yuexin sudah melakukan satu langkah cerdik. Ia akan berjalan ke arah dimana terindikasi kuat ada aktifitas manusia. Yuexin yakin dimana daun palsu diletakkan, pasti akan ada beberapa anak buah alias orang bayaran kepala desa untuk mengawasi.

‎

‎Dan benar saja. Ada jejak aktifitas manusia. Beberapa bungkus mie instan diketahui menyebar. Yuexin makin merasa curiga karena semuanya dicoba dikubur seolah demi meninggalkan jejak. Dan ia pun yakin beberapa anak buah Mingxuan cukup ceroboh, karena beberapa bungkus nampak belum terkubur sepenuhnya.

‎

‎Dan tak butuh waktu lama, gadis cerdas tersebut berhasil menemukan beberapa anak buah kepala desa. Mereka yang awalnya sedang merokok terkejut dengan kemunculan Yuexin, bahkan ada yang tersundut oleh rokoknya sendiri.

‎

‎Saat ditanya apa tujuan kepala desa, mereka semua tertawa. Jumlah mereka ada belasan orang, menghadapi seorang gadis muda tentu bukan perkara sulit.

‎

‎Mendadak ada anak panah entah darimana, awalnya semua mengira itu hanyalah lelucon. Tetapi setelah semua sadar mereka semua ada disitu, situasi mulai menjadi panik. Karena jika semua ada di tempat yang sama, maka siapa yang memanah?

‎

‎Kawan yang dipanah pun sudah tak bernyawa. Mereka amat panik, panik bukan main dan berlarian seperti anak ayam. Yuexin sendiri berusaha lari, tapi mendadak ada tangan kuat yang mencengkram kaki dan menyeretnya. Yuexin pingsan.

‎

‎Yuexin membuka mata, ia berada di dalam gua yang diterangi oleh perapian. Kemudian ia melihat ada seorang pemuda, wajahnya sangat mirip Mingxuan. Gadis tersebut pun menyimpulkan sesuatu, meski belum final. Ia yakin pemuda di hadapannya adalah putra dari kepala desa.

‎

‎Yuexin mencoba berbicara pada pemuda di depannya dengan sopan juga pelan, ia juga menunjukkan foto kepala desa. Hal yang Yuexin siapkan dari rumah bersama ibu dan kakeknya.

‎

‎Karena ia mendengar dari keduanya, jika istri Mingxuan yang sedang hamil besar menghilang di tengah gunung 21 tahun lalu, sebelum Mingxuan terpilih sebagai kepala desa.

‎

‎Benar saja, Pemuda yang mengaku bernama Shen Yunshan itu mengenali kepala desa. Yunshan menyatakan Mingxuan adalah dewa yang mengajarinya berbagai hal. Yunshan pun menyatakan dirinya sebagai penjaga daun suci.

‎

‎Yuexin memang belum menemukan titik terangnya, tapi ia yakin semua menuju satu pola. Tapi entah apa itu. Yuexin kemudian berakting jika Mingxuan adalah seorang dewa. Ia menyatakan dirinya sebagai dewi pembimbing. Menyatakan ia diutus Mingxuan untuk satu rencana.

‎

‎Di dalam hati, Yuexin merasa bersalah pada pemuda yang dimanfaatkan ayahnya sendiri entah untuk tujuan apa. Apalagi sudah ada korban tewas, dan Yuexin yakin itu bukan yang pertama kali.

‎

‎Ia sendiri bersama ibu dan Kakek nya memang sudah curiga pada kepala desa. Sang ibu, Huizhen sendiri sebenarnya seorang polisi. Ia ditugaskan untuk menyelidiki kepala desa. Dimana Huizhen akhirnya mengajak Yuexin, putri semata wayang, serta sang ayah untuk ikut pindah.

‎

‎Yuexin dan Xiaoren sudah diberitahu dari awal. Mereka mau mengerti dan mau mengikuti arahan Huizhen agar sang kepala desa bisa diselidiki tanpa gangguan. Keluarga Lin sendiri pindah setelah dua tahun hilangnya Zhao Feiyan tak kunjung menemui titik terang. Warga dan Mingxuan sendiri tahunya keluarga Lin adalah pengrajin keramik.

‎

‎Yuexin pun tahu ibunya telah bergerak. Ia paham gunung sekarang sudah dikepung petugas berwajib. Tapi ia sedikit khawatir dengan pemuda di hadapannya.

‎

‎Ia sadar Shen Yunshan sudah dicuci otak oleh ayahnya sendiri. Yuexin sendiri masih ragu, apakah ibunya dan para polisi sadar akan keberadaan Shen Yunshan. Karena jika tidak akan ada kesalahpahaman.

‎

‎Di tengah kebuntuan itu Yunshan mengeluarkan handphone. Ia mengatakan itu adalah benda pemberian dewa. Dimana bisa digunakan untuk menghubungi sang dewa kapanpun. Rupanya Mingxuan memberikan handphone anti gangguan sinyal pada Yushan.

‎

‎Yuexin pun merayu Yunshan. Ia mengatakan bahwa Mahadewi, atasan dari sang dewa harus dihubungi, karena gunung tempat Yunshan tinggal sekarang sedang murka.

‎

‎Awalnya Yuexin takut Yunshan tidak percaya. Tapi... Tanpa diduga pemuda yang dibohongi sepanjang hidup oleh ayahnya sendiri itu percaya. Sebab tanpa diduga Mingxuan pun telah mengarang kisah Sang Mahadewi. Menceritakan pada putranya yang malang itu.

‎

‎Yuexin pun meminta Yunshan untuk keluar dulu. Memanfaatkan pengakuan pemuda tersebut, kalau suara mahadewi tak boleh didengar sembarang makhluk. Yuexin merasa beruntung, kebohongan kepala desa berbalik dan menguntungkan pihak kepolisian. Gadis jelita tersebut pun segera menghubungi ibunya.

‎

‎***

‎

‎Yuexin menceritakan semuanya, termasuk keberadaan Yunshan, dan bagaimana pemuda malang tersebut dibohongi sejak bayi oleh kepala desa. Yuexin juga menyatakan ia yakin Feiyan dibunuh oleh Mingxuan, tapi hal tersebut baru hipotesa saja.

‎

‎Dari balik telepon Huizhen menyatakan bahwa itu akan memperberat hukuman untuk kepala desa. Huizhen juga mengatakan, bahwa kebiasaan warga untuk meramu daun setiap tahun adalah trik licik dari Mingxuan, demi mengalihkan perhatian. Dimana kepala desa melakukan bisnis penambangan kayu ilegal.

‎

‎Sedangkan semua yang diutus oleh Mingxuan ke gunung, antara sembilan belas dari dua puluh tahun terakhir, adalah anak buah kepala desa itu sendiri. Huizhen meminta Yuexin waspada, sebab sejak awal kepala desa sudah mengincar putrinya itu. Saat ditanya apa alasannya, wanita yang sejak muda sudah jadi intel menjawab... Karena Yuexin terlalu vokal.

‎

‎Dari balik telepon Huizhen berkata seluruh anak buah Mingxuan sudah diringkus. Saat bertanya apakah satu anak buah yang dipanah Yunshan masuk hitungan, sang ibu menjawab, "Iya."

‎

‎Yuexin pun menyimpulkan berarti tinggal Mingxuan yang belum ditangkap. Saat bertanya pada ibunya, Mingxuan telah dikejar warga desa yang marah karena merasa dibohongi. Mingxuan sendiri menghilang entah kemana.

‎

‎Huizhen mengatakan warga sangat marah dan merasa dibohongi sekaligus ditipu, saat polisi menjelaskan semuanya. Kini semua warga sudah mengungsi, sehingga skenario pengeroyokan warga pada kepala desa mereka, bisa dianggap tak mungkin terjadi.

‎

‎Yuexin kemudian sadar, sejak tadi Yunshan keluar gua. Ia takut sesuatu terjadi. Ia segera mengatakan pada ibunya, telepon harus ditutup. Huizhen pun mengiyakan, dan sebelumnya meminta Yuexin untuk waspada. Sebab hanya Mingxuan sendiri yang tahu, seberapa dalam cuci otak pria berusia 68 tahun itu pada putranya.

‎

‎Saat mencoba keluar dari gua, anak panah melesat, untung meleset beberapa kali. Yuexin merasa para dewa telah membantu, dan tentu ia tak mau mati. Jadi gadis tersebut bersembunyi di balik bebatuan. Mencoba menjelaskan semua pada Yunshan.

‎

‎Tapi Yunshan tak percaya, ia lebih percaya pada Dewa Mingxuan, yang menyatakan bahwa Yuexin adalah anak buah Mara yang menyamar sebagai dewi untuk mengelabuhi sekaligus menyesatkan. Terdengar Mingxuan yang ada di samping putranya terkekeh.

‎

‎Yuexin lalu berteriak, mana ada dewa yang terkekeh seperti itu. Yang dijawab oleh  Yunshan, seseorang tidak bisa dinilai dari luar. Yuexin kini mengerti, cuci otak Mingxuan sudah begitu dalam.

‎

‎Kemudian terdengar suara letusan senjata api sebanyak dua kali. Terdengar suara tubuh ambruk. Suasana lengang setelahnya. Yuexin yang awalnya takut kemudian memberanikan diri untuk keluar.

‎

‎Dilihatnya Mingxuan telah tewas tergeletak, pun Yunshan. Yuexin mendekati jasad Yunshan, yang meski baru dirinya kenal, ia tangisi. Sebab Yunshan tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Pemuda tersebut hanya ditipu, terlebih oleh ayahnya sendiri.

‎

‎Beberapa menit kemudian Huizhen dan polisi lain tiba. Yang dilakukan terlebih dahulu oleh ibu yang mendedikasikan diri untuk mengintai Mingxuan, adalah memeluk putri tersayang. Ia tahu Yuexin merasa shock atas kematian Yunshan.

‎

‎Huizhen tidak berkata apapun, ia hanya memeluk. Ia tahu penjelasan bukan apa yang harus Yuexin dapatkan saat ini. Meski sangat ingin menjelaskan, bahwa cuci otak Mingxuan pada Yunshan sudah sampai ke tulang terdalam. Tak bisa lagi diperbaiki.

‎

‎Huezhen pun tahu, manusia cenderung mencari jalan pintas untuk ke luar. Sama halnya seperti dulu. Saat penduduk desa percaya omong kosong Mingxuan, untuk mencari dan memetik daun ajaib.

‎

‎Alasannya... Mereka semua hanya ingin satu hal. Solusi instan tanpa perlu berkeringat, karena tak mau ambil pusing untuk berpikir secara mendalam.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Cerpen
Yang Tersembunyi Di Dalam Gunung Yuan Fu
Rere Valencia
Skrip Film
Black Rainbow
Cassandra Reina
Flash
Bertemu Klien
Roy Rolland
Novel
BOGO
ANTON SYAHRONI
Novel
Bronze
Jejak Aliana
Zakiya NW
Flash
DINNER
Hanik Kunjayana
Cerpen
ANGLE
stillzee
Novel
Dark Narrow
Rexa Strudel
Flash
Bronze
I CAN'T STOP LOVING YOU
Citra Rahayu Bening
Novel
Bronze
Coup d'etat
siucchi
Cerpen
Bronze
BLACKOUT!
Rian Nugraha
Flash
Bronze
Orang Aneh di Dalam Sel
CameliaRey
Novel
Bronze
BEHIND THE STAGE
I. Majid
Novel
Bronze
SURAT DARI BENGAWAN
Magnific Studio
Novel
MISTERI LANDHUIS GOALPARA
Heru Sanjaya
Rekomendasi
Cerpen
Yang Tersembunyi Di Dalam Gunung Yuan Fu
Rere Valencia
Flash
Bronze
Terbakar
Rere Valencia
Flash
Bronze
Hikayat Yang Diwariskan
Rere Valencia
Flash
Bronze
McQueen
Rere Valencia
Flash
Bronze
Perjodohan
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pendoa Dengan Minimnya Usaha
Rere Valencia
Flash
Bronze
Horor
Rere Valencia
Flash
Bronze
Manusia
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nyala Hati
Rere Valencia
Flash
Bronze
Yang Kucari Selalu Menemani
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sebuah Penantian
Rere Valencia
Flash
Bronze
Keluarga
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Akibat Terlalu Cinta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Mengapa?
Rere Valencia
Flash
Bronze
Talenta Yang Tersiakan
Rere Valencia