Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Yamero
0
Suka
10,408
Dibaca

Bab 1 – Desas-desus di Kota Kecil

Kota kecil bernama Loka Jaya selalu diselimuti kabut tipis di pagi hari, seolah menyembunyikan rahasia-rahasia lama yang enggan terungkap. Namun, ada satu rahasia yang tak pernah benar-benar mati, justru hidup subur dalam bisikan dan desas-desus di kalangan anak muda: Penjara Jepang. Bukan sekadar bangunan tua terbengkalai, melainkan sebuah makam bisu yang menyimpan kisah kelam dari era pendudukan. Konon, di malam hari, penjara itu hidup kembali dengan suara-suara dari masa lalu: langkah kaki serdadu yang berbaris di lorong-lorong gelap, teriakan pilu tahanan yang disiksa, dan bentakan komandan dalam bahasa Jepang yang memecah kesunyian malam.

Di sebuah warung kopi kumuh yang jadi markas nongkrong favorit, lima sekawan—Damar, Risa, Bayu, Siska, dan Dion—sedang larut dalam obrolan hangat. Damar, si sulung dari lima bersaudara, adalah tipikal remaja ambisius dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas. Matanya selalu berbinar saat membahas misteri, dan urban legend tentang Penjara Jepang ini adalah santapan lezat baginya. "Kalian percaya nggak sih, kalau penjara itu beneran angker?" ucap Damar, menyulut rokoknya perlahan. Ia punya kharisma yang mampu menarik perhatian teman-temannya, seringkali tanpa mereka sadari. Seolah ada magnet aneh yang selalu membuat orang mengikuti idenya, bahkan ide yang paling gila sekalipun.

Risa, satu-satunya perempuan di antara mereka yang punya pemikiran paling realistis dan sedikit skeptis, menyeruput es tehnya. "Ah, cuma cerita orang tua, Mar. Mana ada hantu zaman sekarang. Paling cuma suara kelelawar atau tikus got." Risa adalah sosok yang tenang, namun di balik ketenangannya tersimpan keberanian dan loyalitas yang tinggi terhadap teman-temannya. Ia sering jadi penyeimbang bagi ide-ide gila Damar.

Di sisi lain, Bayu, si ahli teknologi dengan kacamata tebal yang selalu nangkring di hidungnya, sudah sibuk mencari artikel di ponselnya. "Eh, tapi beberapa blog misteri bilang ada saksi mata lho. Mereka dengar suara-suara aneh itu. Ada juga yang bilang pernah lihat bayangan." Bayu adalah otak di balik peralatan mereka, selalu siap dengan kamera, drone, atau senter canggih. Meskipun sedikit penakut, rasa ingin tahunya seringkali mengalahkan rasa takutnya.

Siska, si gadis periang yang mudah terpengaruh, sudah mulai merinding. "Ih, jangan ngomongin itu dong! Aku jadi ngebayangin!" Siska adalah yang paling penakut di antara mereka, seringkali ekspresif dalam menunjukkan ketakutannya, tapi karena tak ingin ketinggalan momen atau dicap pengecut, ia akan tetap ikut.

Sementara itu, Dion, si paling santai dan cenderung pasrah, hanya mengangguk-angguk sambil menikmati kopinya. "Asal nggak nyuruh kita bersih-bersih penjara aja sih. Ngantuk aku kalau disuruh gotong royong sama hantu." Dion adalah pelawak kelompok, seringkali menenangkan suasana dengan guyonan ringannya. Namun, di balik sikap santainya, ia punya intuisi yang cukup tajam, meski seringkali diabaikan.

Damar tersenyum misterius. "Gimana kalau kita buktikan sendiri? Malam Sabtu nanti, kita ke sana." Usul Damar sontak membuat Siska terlonjak. "HAH?! Kamu gila, Mar?!"

"Dengar dulu," ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Perjamuan Terakhir Boneka Porselen
Aprilia Budi Paramita
Novel
Bronze
Gadis Kecil Dalam Cermin
Azeela Danastri
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Flash
KISAH HOROR PENDI
Sarjana MIPA
Cerpen
PUKNYARTINGI "Lilis"
Iena_Mansur
Cerpen
Bronze
Kamar 309
Willia Mangun Putr
Flash
Bronze
Direktur Gula-Gula
Carolina Ratri
Cerpen
Bronze
Rahma
Rere Valencia
Flash
Bronze
Indri dan Musiknya
Rere Valencia
Cerpen
janin perawan terakhir
Raja Alam Semesta
Flash
Bird's Eye
Fann Ardian
Novel
Gadis Merah
Andam Aulia
Flash
Tamu Tak Diundang dari Bangsa Angsalon
Amrullah Ibrahim
Novel
Gold
They Call Me Psychopath
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 04
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 03
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Tersisa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Keabadian
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin