Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Yamero
0
Suka
9,765
Dibaca

Bab 1 – Desas-desus di Kota Kecil

Kota kecil bernama Loka Jaya selalu diselimuti kabut tipis di pagi hari, seolah menyembunyikan rahasia-rahasia lama yang enggan terungkap. Namun, ada satu rahasia yang tak pernah benar-benar mati, justru hidup subur dalam bisikan dan desas-desus di kalangan anak muda: Penjara Jepang. Bukan sekadar bangunan tua terbengkalai, melainkan sebuah makam bisu yang menyimpan kisah kelam dari era pendudukan. Konon, di malam hari, penjara itu hidup kembali dengan suara-suara dari masa lalu: langkah kaki serdadu yang berbaris di lorong-lorong gelap, teriakan pilu tahanan yang disiksa, dan bentakan komandan dalam bahasa Jepang yang memecah kesunyian malam.

Di sebuah warung kopi kumuh yang jadi markas nongkrong favorit, lima sekawan—Damar, Risa, Bayu, Siska, dan Dion—sedang larut dalam obrolan hangat. Damar, si sulung dari lima bersaudara, adalah tipikal remaja ambisius dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas. Matanya selalu berbinar saat membahas misteri, dan urban legend tentang Penjara Jepang ini adalah santapan lezat baginya. "Kalian percaya nggak sih, kalau penjara itu beneran angker?" ucap Damar, menyulut rokoknya perlahan. Ia punya kharisma yang mampu menarik perhatian teman-temannya, seringkali tanpa mereka sadari. Seolah ada magnet aneh yang selalu membuat orang mengikuti idenya, bahkan ide yang paling gila sekalipun.

Risa, satu-satunya perempuan di antara mereka yang punya pemikiran paling realistis dan sedikit skeptis, menyeruput es tehnya. "Ah, cuma cerita orang tua, Mar. Mana ada hantu zaman sekarang. Paling cuma suara kelelawar atau tikus got." Risa adalah sosok yang tenang, namun di balik ketenangannya tersimpan keberanian dan loyalitas yang tinggi terhadap teman-temannya. Ia sering jadi penyeimbang bagi ide-ide gila Damar.

Di sisi lain, Bayu, si ahli teknologi dengan kacamata tebal yang selalu nangkring di hidungnya, sudah sibuk mencari artikel di ponselnya. "Eh, tapi beberapa blog misteri bilang ada saksi mata lho. Mereka dengar suara-suara aneh itu. Ada juga yang bilang pernah lihat bayangan." Bayu adalah otak di balik peralatan mereka, selalu siap dengan kamera, drone, atau senter canggih. Meskipun sedikit penakut, rasa ingin tahunya seringkali mengalahkan rasa takutnya.

Siska, si gadis periang yang mudah terpengaruh, sudah mulai merinding. "Ih, jangan ngomongin itu dong! Aku jadi ngebayangin!" Siska adalah yang paling penakut di antara mereka, seringkali ekspresif dalam menunjukkan ketakutannya, tapi karena tak ingin ketinggalan momen atau dicap pengecut, ia akan tetap ikut.

Sementara itu, Dion, si paling santai dan cenderung pasrah, hanya mengangguk-angguk sambil menikmati kopinya. "Asal nggak nyuruh kita bersih-bersih penjara aja sih. Ngantuk aku kalau disuruh gotong royong sama hantu." Dion adalah pelawak kelompok, seringkali menenangkan suasana dengan guyonan ringannya. Namun, di balik sikap santainya, ia punya intuisi yang cukup tajam, meski seringkali diabaikan.

Damar tersenyum misterius. "Gimana kalau kita buktikan sendiri? Malam Sabtu nanti, kita ke sana." Usul Damar sontak membuat Siska terlonjak. "HAH?! Kamu gila, Mar?!"

"Dengar dulu," ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Skrip Film
Bukit Kulon
Andika Ramadhan
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Pembisik di Atap
Penulis N
Flash
SEPULANG REUNI IBU SAKIT
Hans Wysiwyg
Flash
Ghostwriter
Retno Utama
Cerpen
WADAH
IGN Indra
Novel
Bronze
SIMPLE MINUTES
K. Z. Asri
Novel
Bronze
Rante Aji
Arumdalu
Flash
PETUALANGAN MIMPI: MAIL?
Tirani K. C.
Flash
Parade Kunang-kunang
Ragiel JP
Cerpen
Name
Alpri prastuti
Novel
WARISAN DEBORAH
Frasyahira
Cerpen
Bronze
Pemanggilan Arwah
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Bronze
DADONG CANANGSARI
Citra Rahayu Bening
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Guru BU Ratmi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Dari Frekuensi Mati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terjebak Dunia Arwah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Yakin Ini Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Novel Tanpa Akhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin