Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Wajah Batu Besar
0
Suka
1,386
Dibaca

Wajah Batu Besar

Nathaniel Hawthorne

Suatu sore, ketika matahari terbenam, seorang ibu dan anak laki-lakinya yang masih kecil duduk di depan pintu pondok mereka, membicarakan tentang Wajah Batu Besar. Mereka hanya perlu mengangkat mata, dan di sana wajah itu terlihat jelas, meskipun berjarak bermil-mil, dengan sinar matahari menerangi semua sosoknya. Dan apakah Wajah Batu Besar itu? Terletak di antara keluarga pegunungan yang tinggi, terdapat sebuah lembah yang begitu luas sehingga menampung ribuan penduduk. Sebagian dari orang-orang baik ini tinggal di gubuk kayu, dengan hutan hitam di sekeliling mereka, di lereng bukit yang curam dan sulit. Yang lain memiliki rumah di rumah pertanian yang nyaman, dan mengolah tanah yang subur di lereng yang landai atau permukaan datar lembah. Yang lain lagi, berkumpul di desa-desa yang padat penduduk, di mana beberapa anak sungai liar di dataran tinggi, yang mengalir turun dari tempat asalnya di wilayah pegunungan atas, telah ditangkap dan dijinakkan oleh kecerdasan manusia, dan dipaksa untuk menggerakkan mesin pabrik kapas. Singkatnya, penduduk lembah ini sangat banyak, dan memiliki berbagai cara hidup. Namun, mereka semua, baik orang dewasa maupun anak-anak, memiliki semacam keakraban dengan Wajah Batu Besar itu, meskipun beberapa di antaranya memiliki kemampuan untuk membedakan fenomena alam agung ini dengan lebih sempurna daripada banyak tetangga mereka.

Wajah Batu Besar itu, kemudian, adalah karya Alam dalam suasana keagungan dan keceriaannya, terbentuk di sisi tegak lurus sebuah gunung oleh beberapa batu besar, yang telah disatukan dalam posisi sedemikian rupa sehingga, ketika dilihat dari jarak yang tepat, persis menyerupai raut wajah manusia. Seolah-olah raksasa besar, atau Titan, telah memahat rupa dirinya sendiri di tebing itu. Ada lengkungan dahi yang lebar, setinggi seratus kaki; hidung, dengan pangkalnya yang panjang; dan bibir yang besar, yang, jika mereka bisa berbicara, akan menggemakan suara guntur mereka dari satu ujung lembah ke ujung lainnya. Memang benar, jika pengamat mendekat terlalu dekat, ia kehilangan garis besar wajah raksasa itu, dan hanya dapat melihat tumpukan batu besar dan berat, yang ditumpuk dalam reruntuhan yang kacau satu di atas yang lain. Namun, dengan menelusuri kembali langkahnya, raut-rsut yang menakjubkan itu akan terlihat lagi; dan semakin jauh ia menjauh dari mereka, semakin mirip wajah manusia, dengan semua keilahian aslinya yang utuh, mereka tampak; hingga, saat mulai redup di kejauhan, dengan awan dan uap agung pegunungan yang berkumpul di sekitarnya, Wajah Batu Besar itu tampak benar-benar hidup.

Sungguh beruntung bagi anak-anak untuk tumbuh dewasa dengan Wajah Batu Agung di depan mata mereka, karena semua raut wajahnya mulia, dan ekspresinya sekaligus agung dan manis, seolah-olah itu adalah pancaran hati yang luas dan hangat, yang merangkul seluruh umat manusia dalam kasih sayangnya, dan masih memiliki ruang untuk lebih banyak lagi. Ha...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Wajah Batu Besar
Ahmad Muhaimin
Flash
Fenomena alam
Mahmud
Flash
Kematian Sebuah Bangsa
Akara Drawya
Flash
Bronze
Hei bro!
Bungaran gabriel
Cerpen
Rantai Dendam
adinda pratiwi
Cerpen
Matahari Akan Terbit di Sini
Fazil Abdullah
Flash
Jendela di Rumah Sebelah
Penulis N
Novel
Dengar
AlifatulM
Flash
Bronze
Lebaran Yang Berbeda
Rere Valencia
Novel
Bronze
Love Death
Nenghally
Novel
Gold
Digital Fortress
Mizan Publishing
Skrip Film
Wanita Dalam Rumah
Iyam Renzia
Cerpen
Bronze
Ndaru
Arumdalu
Flash
Bronze
Terkurung
Rere Valencia
Flash
Mencari Jenazah di Dalam Danau
Lumba-Lumba
Rekomendasi
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Wajah Batu Besar
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Cerita Sejam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Katak dan Lembu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Naila
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Setetes Hujan
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rumah Berhantu karya Virginia Woolf. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Tiga Seteru
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Unta dan tikus
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan buah anggur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sepuluh Orang Indian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Gigi Naga
Ahmad Muhaimin