Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Sejarah
Bronze
Utang Dulu, Man!
2
Suka
1,638
Dibaca

Batavia, 1943

Panas hari ini bukan cuma dari matahari yang menggantung garang di langit Batavia. Panasnya merayap dari aspal, dari laras senapan serdadu Jepang yang berpatroli dengan langkah-langkah kaku, dan dari tatapan mata para Kempeitai yang menyelinap tanpa suara di keramaian pasar.

Panas itu juga bersumber dari perut-perut kami yang lebih sering diisi angin dan waswas daripada nasi. Aku duduk di dingklik kayuku yang reyot, dengan etalase kecil berisi beberapa pak rokok kretek cap Tiga Nona dan tumpukan tembakau linting yang warnanya kian memucat. Dagangan yang kian hari kian sulit didapat, seperti halnya harapan.

Aku tak bisa membaca aksara di koran bekas yang menjadi pembungkus tembakau, tapi aku bisa ‘membaca’ wajah orang. Wajah takut saat serdadu melintas, wajah lapar ya...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Bronze
Utang Dulu, Man!
Mer Deliani
Novel
Gold
Dunia Dari Keping Ingatan
Bentang Pustaka
Novel
Warisan Perempuan Terbuang
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Cermin Dalam Mimpi
Aviskha izzatun Noilufar
Novel
Tegar Dalam Luka
Daniel Sarumaha
Novel
La Arus
Mer Deliani
Novel
Bronze
Dear, Peaceful Day, Where Are You?
Pie
Novel
Bronze
Gadis Biola
Auni Fa
Novel
Gold
Alibaba`s World
Noura Publishing
Novel
TIGA TAHUN UNTUK SELAMANYA
ROBI JULIANTO
Novel
Bronze
DI BAWAH LANGIT REFORMASI
Rizki Ramadhana
Novel
My Luna
Fitri Sukendar
Novel
Putri Eng Kian Sang Permaisuri
widyarini
Novel
Bronze
Gending Cinta Sandyakala
Lia Heliana
Novel
Bronze
ISYARAT YANG TERJAWAB
Rizal Azmi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Utang Dulu, Man!
Mer Deliani
Novel
La Arus
Mer Deliani
Flash
Payung Hitam
Mer Deliani
Novel
Jangan Sentuh Lukaku
Mer Deliani
Cerpen
Kalau Aku Ganti Suami?
Mer Deliani
Cerpen
Ardi Si Cadet yang Beruntung
Mer Deliani