Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Kekesalan yang semula mendorong langkah cepatnya menuju kantin kini berkurang perlahan. Langkah Alya terasa berat, pikirannya masih kacau. Ia tiba-tiba berbelok, mengurungkan niatnya ke kantin, memilih menuju kelasnya saja. Sepanjang perjalanan itu, ia tenggelam dalam perasaannya, diam, dan melamun jauh.
Tiba-tiba, suara riang memanggil namanya dari arah kanan, tetapi Alya sama sekali tidak menyadari panggilan itu. Pikirannya terlalu penuh dengan masalah pribadi, sehingga membuat pendengarannya seolah tumpul.
Saat Alya sedang berjalan, tiba-tiba bahunya ditepuk keras dari samping kiri. Ia langsung tersentak kaget. Tubuhnya terlonjak sedikit, dan ia refleks memegangi dada yang langsung berdebar kencang. Ia langsung menoleh, wajahnya terlihat sangat terkejut. Matanya langsung bertemu dengan mata hazel milik Harsa.
Tatapan mata Harsa langsung mengunci matanya. Kepalanya mendadak pusing. Bayangan Ganendra yang menghubunginya kembali, seketika mengha...