Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Tuan Baru
2
Suka
7,257
Dibaca

Bab 1 – Koleksi Terakhir

Deni menelusuri lorong-lorong sempit Pasar Loak Kebonjati, udara lembap bercampur aroma apek barang-barang lama menusuk hidungnya. Sebagai seorang kolektor seni antik, ia terbiasa dengan suasana seperti ini, di mana setiap debu menyimpan cerita dan setiap sudut bisa menyembunyikan permata yang tak ternilai. Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda. Ada semacam tarikan tak kasat mata yang membimbingnya menuju sebuah lapak di pojok paling belakang, yang jarang dikunjungi orang.

Di sana, di antara tumpukan keris berkarat dan topeng kayu yang usang, duduk seorang pria tua. Kulitnya keriput seperti kertas perkamen kuno, matanya tajam namun terlihat kosong, seolah telah menyaksikan terlalu banyak hal. Di sampingnya, tersandar sebuah patung yang segera menarik perhatian Deni. Patung itu, setinggi lutut orang dewasa, bukan terbuat dari perunggu atau batu mulia, melainkan dari semacam kayu gelap yang tidak Deni kenali, mungkin kayu ulin yang menghitam karena usia. Bentuknya menggambarkan sosok manusia dengan wajah yang tercabik, seolah ditarik paksa dari dalam, dan kedua tangannya mengikat erat lehernya sendiri, dalam posisi mencekik. Ada detail mengerikan pada ukiran wajahnya; mata cekung yang memancarkan penderitaan abadi, urat-urat menonjol di leher yang tercekik, dan mulut yang menganga dalam jeritan bisu.

Deni mendekat, merasakan aura dingin memancar dari patung tersebut, bukan dingin fisik melainkan dingin yang menusuk ke tulang sumsum. "Berapa ini, Pak?" tanyanya, suaranya sedikit serak.

Pria tua itu mengangkat kepalanya perlahan, menatap Deni dengan sorot yang menelanjangi. "Untukmu, Nak, harga tidak penting. Yang penting… ia harus memiliki tuannya yang baru." Suara serak itu terdengar seperti gesekan daun kering, membawa nada misteri yang membuat bulu kuduk Deni meremang.

Deni adalah seorang skeptis sejati. Baginya, setiap artefak memiliki sejarahnya sendiri, namun ia selalu percaya bahwa nilai sejati terletak pada keindahan estetika dan kelangkaannya, bukan pada mitos atau takhayul. Patung ini, dengan keunikan dan nuansa gotik yang kuat, akan menjadi mahakarya terakhir dalam koleksi pribadinya. Ia membayangkan patung ini diletakkan di sudut ruang kerjanya yang bernuansa gelap, menjadi poin fokus yang sempurna.

"Saya ambil," kata Deni, tanpa menawar. Ia merasakan dorongan aneh, semacam urgensi untuk segera memiliki patung itu. Sebuah dorongan yang bukan berasal dari akal sehatnya sebagai kolektor.

Pria tua itu tersenyum tipis, senyum yang tidak mencapai matanya. "Bagus. Pilihan yang… tepat." Ia membungkus patung itu dengan kain beludru hitam yang sudah usang, seolah-olah patung itu adalah mahkota kerajaan yang baru saja diwariskan. Deni membayar sejumlah uang yang tidak terlalu besar, jauh di bawah nilai yang seharusnya untuk patung seunik itu. Namun, pria tua itu tidak peduli, ia hanya menerima uang itu dan buru-buru pergi tanpa sepatah kata lagi.

Sepanjang perjalanan pulang, Deni merasakan sesuatu yang aneh. Patung itu, meskipun terbungkus, terasa berat, bukan hanya dalam berat fisik, tapi juga berat yang menekan batin. Udara di dalam mobil terasa dingin, padahal AC tidak Deni nyalakan. Ia mencoba mengabaikannya, menganggapnya hanya sugesti dari cerita pria tua tadi.

Setibanya di rumah, sebuah rumah dua lantai bergaya modern minimalis yang dipenuhi koleksi seni, D...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Komik
Rayuan Maut Pulau Kelabu
Arlita Dela
Novel
Bronze
Molly & Girl Called S
Arinaa
Cerpen
Bronze
Jejak Sekuntum Mawar
Dwi Fitriani
Flash
CERITA HOROR BU BARIE
Sarjana MIPA
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Madrid
Mizan Publishing
Novel
YEH HOSNLE
Starlightvv
Novel
Permainan Maut Warisan
M.G. Rosana
Cerpen
Bronze
Tangkara
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Bronze
Jalan Buntu 404
Christian Shonda Benyamin
Flash
Pintu Ketiga Belas
Penulis N
Flash
Boo si Boneka Kelinci
Adnan Fadhil
Skrip Film
Sampai Mati
Herman Sim
Flash
Menjual Jiwa
Keita Puspa
Flash
Bronze
Balian
Bksai
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 01
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jalan Buntu 404
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sang Kolektor Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rig Minyak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Terompet
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dharmawangsa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin