Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
0
Suka
1,623
Dibaca

Prolog

​Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Sebelum menilai baik atau buruknya seseorang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang pernah mereka lalui dan rasakan. Karena pada dasarnya, latar belakang setiap manusia tidak pernah sama.

​Ada yang dulunya begitu baik, namun perlahan berubah karena ditempa keadaan yang keras. Ada pula yang tetap bertahan menjadi baik, meski hidup terus-menerus menguji batas kesabarannya.

​Kisah ini lahir dari sebuah kenyataan. Ia hadir bukan untuk menghakimi, bukan pula untuk membenarkan siapa pun yang ada di dalamnya. Melainkan sebagai sebuah cermin, bahwa di balik setiap sikap yang terlihat di permukaan, selalu ada cerita mendalam yang jarang terdengar oleh telinga dunia.

​Sebab terkadang, duri yang menusuk orang lain hanyalah cara dari bunga yang terluka untuk melindungi dirinya sendiri. Inilah kisah tentang mereka, tentang kita, dan tentang rahasia di balik hati manusia.

Bab 1- Kandang Ayam dan Lorong Waktu

​Dini hari yang melelahkan baru saja usai. Arwan melangkah gontai memasuki kandang ayamnya setelah menyelesaikan ritual panjang, mulai dari memotong ayam hingga memastikan setiap ekor terjual di pasar. Tubuhnya terasa remuk, dan perutnya kosong melilit. Namun, setibanya di rumah, tak ada satu pun yang bisa dimakan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat, kini justru terasa asing bagi Arwan.

​Dengan perasaan lelah yang sudah mencapai titik jenuh, Arwan memilih untuk menepi. Ia membawa segelas teh manis hangat dan sebatang rokok menuju kandang ayam di belakang rumah. Di sana, ia duduk termenung di atas kursi kayu usang sambil mengelus kucing kesayangannya yang mendekat minta dimanja.

​Di tengah kepulan asap rokok, matanya menatap kosong. Arwan merasa ada yang retak. Reno, sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri, kini terasa seperti orang asing yang mengenakan wajah orang yang ia kenal. Ada aura yang berbeda, dingin dan tak lagi hangat.

​Pikiran Arwan perlahan melayang, terseret jauh ke belakang, menembus lorong waktu menuju tahun 2005. Saat itu, mereka masih duduk di kelas 6 SD. Dunia terasa begitu sederhana dan penuh tawa.

​Arwan tersenyum tipis mengingat betapa kompaknya mereka dulu. Ia teringat masa-masa setelah mereka berdua baru saja menjalani ritual sunat. Dengan langkah yang masih sedikit "mengangkang" karena luka yang belum kering benar, mereka sudah nekat keliling kampung. Bukannya beristirahat, Arwan dan Reno malah bekerja sama mencuri mangga milik tetangga. Reno yan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bola-Bola Ibu dan Panggung yang Tak Pernah Tutup
Nur Khalifahtul jannah
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Pilihan Nion
Tourtaleslights
Cerpen
Afeksi Sang Rasi Phoenix
Fianaaa
Cerpen
Bronze
Masakan Ibu
Drezzlle Alexandar
Cerpen
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo
Cerpen
Kabar Kandasnya Kepercayaan Kuncoro
Bella Paring Gusti
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
raras
Cerpen
Bronze
Light at the End of the Tunnel
Rizky Yahya
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Hasnah dan Debur Ombak
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
AKU PULANG, MAK
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Tak ada nama dikota ini
Raudatul Jannah
Cerpen
Bronze
Masjid Pensiunan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Jangan takut untuk berbuat baik
Muhamad Maulana Ibrahim
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Amarah sang Raja Air
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Keluarga Ku Harta Karun Ku
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Belukar diladang Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Aroma rezeki depan Mesjid
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Ketika Makhluk Ruang Angkasa Mengirim Mata-mata
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Novel
Bronze
Warisan Oren
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Mencari Jati Diri
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Misteri Raja Ampat
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Di Atas Reruntuhan yang Membangun Dunia
Bang Jay