Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
0
Suka
2,053
Dibaca

Prolog

​Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Sebelum menilai baik atau buruknya seseorang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang pernah mereka lalui dan rasakan. Karena pada dasarnya, latar belakang setiap manusia tidak pernah sama.

​Ada yang dulunya begitu baik, namun perlahan berubah karena ditempa keadaan yang keras. Ada pula yang tetap bertahan menjadi baik, meski hidup terus-menerus menguji batas kesabarannya.

​Kisah ini lahir dari sebuah kenyataan. Ia hadir bukan untuk menghakimi, bukan pula untuk membenarkan siapa pun yang ada di dalamnya. Melainkan sebagai sebuah cermin, bahwa di balik setiap sikap yang terlihat di permukaan, selalu ada cerita mendalam yang jarang terdengar oleh telinga dunia.

​Sebab terkadang, duri yang menusuk orang lain hanyalah cara dari bunga yang terluka untuk melindungi dirinya sendiri. Inilah kisah tentang mereka, tentang kita, dan tentang rahasia di balik hati manusia.

Bab 1- Kandang Ayam dan Lorong Waktu

​Dini hari yang melelahkan baru saja usai. Arwan melangkah gontai memasuki kandang ayamnya setelah menyelesaikan ritual panjang, mulai dari memotong ayam hingga memastikan setiap ekor terjual di pasar. Tubuhnya terasa remuk, dan perutnya kosong melilit. Namun, setibanya di rumah, tak ada satu pun yang bisa dimakan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat, kini justru terasa asing bagi Arwan.

​Dengan perasaan lelah yang sudah mencapai titik jenuh, Arwan memilih untuk menepi. Ia membawa segelas teh manis hangat dan sebatang rokok menuju kandang ayam di belakang rumah. Di sana, ia duduk termenung di atas kursi kayu usang sambil mengelus kucing kesayangannya yang mendekat minta dimanja.

​Di tengah kepulan asap rokok, matanya menatap kosong. Arwan merasa ada yang retak. Reno, sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri, kini terasa seperti orang asing yang mengenakan wajah orang yang ia kenal. Ada aura yang berbeda, dingin dan tak lagi hangat.

​Pikiran Arwan perlahan melayang, terseret jauh ke belakang, menembus lorong waktu menuju tahun 2005. Saat itu, mereka masih duduk di kelas 6 SD. Dunia terasa begitu sederhana dan penuh tawa.

​Arwan tersenyum tipis mengingat betapa kompaknya mereka dulu. Ia teringat masa-masa setelah mereka berdua baru saja menjalani ritual sunat. Dengan langkah yang masih sedikit "mengangkang" karena luka yang belum kering benar, mereka sudah nekat keliling kampung. Bukannya beristirahat, Arwan dan Reno malah bekerja sama mencuri mangga milik tetangga. Reno yan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Light at the End of the Tunnel
Rizky Yahya
Cerpen
Bronze
Lurik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Rumah yang Hilang
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Bronze
Prajurit Cahaya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bandang
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Rindu Gaharu
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Bronze
Kisah dari Piring Kotor : Tulang Ikan dan Sekelompok Semut
Ismail Ari
Cerpen
Buku Ini tidak Laris
Jie Jian
Cerpen
Bronze
Semesta Cinta Sheila
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Bronze
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
Sejuta Pertanyaan Wanita
Titin Widyawati
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan
Cerpen
Pending Apologize (Sintas Universe)
Keita Puspa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Amarah sang Raja Air
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Aroma rezeki depan Mesjid
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Keserakahan berujung Kehancuran
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Titik Nol Orde Baru : evolusi kucing penjaga lapak
Bang Jay
Novel
Bronze
Saldo Kilat dan Harga Diri
Bang Jay
Cerpen
Mancing gaya. Ikan Raya
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay