Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
0
Suka
1,398
Dibaca

Prolog

​Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Sebelum menilai baik atau buruknya seseorang, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang pernah mereka lalui dan rasakan. Karena pada dasarnya, latar belakang setiap manusia tidak pernah sama.

​Ada yang dulunya begitu baik, namun perlahan berubah karena ditempa keadaan yang keras. Ada pula yang tetap bertahan menjadi baik, meski hidup terus-menerus menguji batas kesabarannya.

​Kisah ini lahir dari sebuah kenyataan. Ia hadir bukan untuk menghakimi, bukan pula untuk membenarkan siapa pun yang ada di dalamnya. Melainkan sebagai sebuah cermin, bahwa di balik setiap sikap yang terlihat di permukaan, selalu ada cerita mendalam yang jarang terdengar oleh telinga dunia.

​Sebab terkadang, duri yang menusuk orang lain hanyalah cara dari bunga yang terluka untuk melindungi dirinya sendiri. Inilah kisah tentang mereka, tentang kita, dan tentang rahasia di balik hati manusia.

Bab 1- Kandang Ayam dan Lorong Waktu

​Dini hari yang melelahkan baru saja usai. Arwan melangkah gontai memasuki kandang ayamnya setelah menyelesaikan ritual panjang, mulai dari memotong ayam hingga memastikan setiap ekor terjual di pasar. Tubuhnya terasa remuk, dan perutnya kosong melilit. Namun, setibanya di rumah, tak ada satu pun yang bisa dimakan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat, kini justru terasa asing bagi Arwan.

​Dengan perasaan lelah yang sudah mencapai titik jenuh, Arwan memilih untuk menepi. Ia membawa segelas teh manis hangat dan sebatang rokok menuju kandang ayam di belakang rumah. Di sana, ia duduk termenung di atas kursi kayu usang sambil mengelus kucing kesayangannya yang mendekat minta dimanja.

​Di tengah kepulan asap rokok, matanya menatap kosong. Arwan merasa ada yang retak. Reno, sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri, kini terasa seperti orang asing yang mengenakan wajah orang yang ia kenal. Ada aura yang berbeda, dingin dan tak lagi hangat.

​Pikiran Arwan perlahan melayang, terseret jauh ke belakang, menembus lorong waktu menuju tahun 2005. Saat itu, mereka masih duduk di kelas 6 SD. Dunia terasa begitu sederhana dan penuh tawa.

​Arwan tersenyum tipis mengingat betapa kompaknya mereka dulu. Ia teringat masa-masa setelah mereka berdua baru saja menjalani ritual sunat. Dengan langkah yang masih sedikit "mengangkang" karena luka yang belum kering benar, mereka sudah nekat keliling kampung. Bukannya beristirahat, Arwan dan Reno malah bekerja sama mencuri mangga milik tetangga. Reno yan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Paduka Yang Mulyo
Kiiro Banana
Cerpen
Angin Sore dan Pohon Kehidupan
faridha maharani azzahra
Cerpen
chabi & beni
faridha maharani azzahra
Cerpen
Apel Fuji dan Sabtu Merah yang Tak Lagi Indah
Rizky Anna
Cerpen
CAHAYA DI TENGAH BADAI
sangberuangtidur
Cerpen
Buku Ini tidak Laris
Jie Jian
Cerpen
Bronze
Cerita Tentang Kota Yang Dipenuhi Spanduk & Janji
Bumi Bercerita
Cerpen
Bronze
Keluarga bahagia dibalik senyum sederhana
Ryan Wijayanto
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
KE MANA SI MBAK?
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Malam Dingin di Cigigir
Rafael Yanuar
Cerpen
Bau Yang Tidak Pernah Pergi
Yovinus
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Cerpen
Bronze
Mirna
Wulan Dzifa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Adab dan Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Penjaga Hutan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Panen Manggis, Nyawa hampir Menangis
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Di Atas Reruntuhan yang Membangun Dunia
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Pohon Beringin Saksi Bisu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Belukar diladang Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Gembel di Tanah Asing
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay